BREAKING NEWS
Rabu, 10 Juni 2026

APJII Bantah Tudingan Perlambatan Internet, Starlink Disebut Tidak Bersaing dengan Operator Seluler Lokal

BITVonline.com - Sabtu, 08 Juni 2024 09:16 WIB
APJII Bantah Tudingan Perlambatan Internet, Starlink Disebut Tidak Bersaing dengan Operator Seluler Lokal
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Pihak Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menegaskan bahwa tidak ada sengaja memberi layanan internet dengan kecepatan yang diperlambat. Muhammad Arif, Ketua APJII, menegaskan bahwa layanan yang diberikan sesuai dengan yang dibayarkan oleh pengguna, bergantung pada biaya langganan yang dibayarkan pelanggan.

Tudingan ini menjawab pernyataan Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenkomarves, Septian Hario Seto, yang menyatakan kecurigaan adanya pemain yang sengaja memperlambat kecepatan internet dari yang seharusnya. Septian menyampaikan pandangan tersebut dalam konteks persaingan antara penyedia internet lokal dengan Starlink.

Meskipun demikian, Arif menekankan bahwa penyelenggara internet tidak akan sengaja memperlambat layanan, karena mereka selalu berupaya memberikan layanan terbaik bagi penggunanya. Dia juga menyatakan bahwa belum pernah mendengar kasus di mana layanan sengaja diperlambat.

Sementara itu, Septian memberikan contoh pengalaman teman-temannya yang hendak beralih menjadi pengguna Starlink, di mana ada pihak yang hendak menaikkan kecepatan internetnya. Meskipun secara teoritis kecepatan internet dari fiber optik seharusnya lebih cepat dari layanan satelit seperti Starlink, Septian memberikan catatan bahwa kecepatan internet bisa lambat karena beberapa faktor, termasuk masalah teknis dalam pemasangan kabel optik.

Meskipun demikian, penjelasan dari APJII memberikan klarifikasi bahwa perlambatan internet tidak dilakukan secara sengaja oleh penyelenggara, serta menguatkan pandangan bahwa persaingan antar layanan internet lokal dengan Starlink masih menjadi sorotan di industri ini.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru