BREAKING NEWS
Kamis, 15 Januari 2026

Kejadian Memicu Kericuhan! Wamenhan ‘Keceplosan’ Sebut Pemerintahan Jokowi-Gibran di Depan DPR

BITVonline.com - Jumat, 07 Juni 2024 09:04 WIB
Kejadian Memicu Kericuhan! Wamenhan ‘Keceplosan’ Sebut Pemerintahan Jokowi-Gibran di Depan DPR
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Gedung DPR Senayan Jakarta menjadi saksi kejadian memalukan ketika Wakil Menteri Pertahanan, M Herindra, secara tidak sengaja menyebut nama pemerintahan berikutnya sebagai ‘Jokowi-Gibran’ dalam rapat bersama Komisi I DPR. Kejadian ini memicu riuh dan tawa di antara anggota DPR yang hadir, menciptakan momen yang tak terlupakan dalam pertemuan tersebut.

Herindra, yang seharusnya membahas peruntukkan anggaran senilai 105 juta dolar Amerika Serikat, terlihat begitu bersemangat hingga terburu-buru dalam menyampaikan pernyataannya. Namun, kegembiraannya malah membuatnya ‘keceplosan’ dengan menyebut pemerintahan selanjutnya sebagai ‘Jokowi-Gibran’, padahal seharusnya adalah ‘Prabowo-Gibran’.

“Sebenarnya, pemerintahan yang akan memimpin selanjutnya adalah Prabowo-Gibran,” ucap Herindra dengan tergesa-gesa, mencoba memperbaiki kesalahannya.

Tawa riang langsung memenuhi ruangan ketika anggota DPR menyoraki kesalahan tersebut, sementara Herindra dengan canggung berusaha menjelaskan bahwa semangatnya yang berlebihan menjadi penyebab kesalahan tersebut.

Ketua Komisi I, Meutya Hafid, berusaha meredakan situasi yang semakin riuh dengan menenangkan awak media yang hadir dan meminta agar insiden tersebut tidak dibesar-besarkan. Namun, pernyataan Herindra yang menegaskan bahwa kesalahannya tidak seharusnya diperbesar membuat situasi semakin lucu.

“Sebenarnya, dilihat kapan saya salah,” ujar Herindra dengan penuh humor, mencoba memperbaiki keadaan.

Kejadian ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan politisi, menciptakan momen humor dalam suasana yang seharusnya serius. Namun, insiden ini juga menyoroti pentingnya kesadaran dan kehati-hatian dalam setiap pernyataan yang disampaikan, terutama dalam konteks politik yang sensitif.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru