Maraknya OTT, DPR Soroti Rendahnya Gaji Kepala Daerah: Tidak Masuk Akal Hanya Rp5-6 Juta per Bulan
JAKARTA Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menyoroti kembali persoalan hak keuangan kepala daerah setelah Bupati Kuantan Singi
POLITIK
MEDAN -Wali Kota Medan, Bobby Nasution, telah mengambil langkah besar dalam memajukan sistem transportasi publik dengan meluncurkan proyek Mass Transit Project (MASTRAN) berupa bus rapid transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) pada Jumat (19/4). Proyek ini memiliki nilai investasi mencapai Rp 1,6 triliun dan menjadi salah satu inisiatif besar dalam memperbaiki mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Proyek MASTRAN di Mebidang dibiayai oleh Bank Dunia dan Agence Francaise Developpement (AFD) sebesar Rp 1,9 triliun, menandai komitmen serius dalam mengembangkan infrastruktur transportasi yang ramah lingkungan dan efisien. Bobby Nasution menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari visi untuk mengalihkan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum guna menekan angka polusi dan memperbaiki kualitas udara di kawasan Mebidang.
Menurut Bobby, proyek MASTRAN ini akan memiliki dampak yang luas, tidak hanya dalam memberikan solusi transportasi yang lebih efisien tetapi juga dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat. Dengan target beroperasi penuh pada 2027, proyek ini akan menyediakan 515 unit BRT dengan 32 halte on corridor, serta 1000 halte lainnya yang akan dibangun dengan jarak rata-rata 500 meter.
Direncanakan akan ada 17 koridor di mana jalur khusus BRT akan tersedia, menghubungkan berbagai titik penting di Mebidang. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jalur khusus, trotoar, terminal, dan depo juga akan dibangun untuk mendukung operasional BRT secara optimal.
Dalam tahap awal, fokus pembangunan akan diberikan pada 3 depo utama, yaitu Depo Tanjung Sari, Amplas, dan Pinang Baris. Ini menjadi langkah konkret dalam membangun sistem transportasi modern yang memadukan efisiensi, keberlanjutan lingkungan, dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Melalui proyek ini, diharapkan Medan dan sekitarnya dapat mengalami transformasi positif dalam mobilitas dan penggunaan transportasi umum.
Wali Kota Medan, Bobby Nasution, telah mengambil langkah besar dalam memajukan sistem transportasi publik dengan meluncurkan proyek Mass Transit Project (MASTRAN) berupa bus rapid transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) pada Jumat (19/4). Proyek ini memiliki nilai investasi mencapai Rp 1,6 triliun dan menjadi salah satu inisiatif besar dalam memperbaiki mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Proyek MASTRAN di Mebidang dibiayai oleh Bank Dunia dan Agence Francaise Developpement (AFD) sebesar Rp 1,9 triliun, menandai komitmen serius dalam mengembangkan infrastruktur transportasi yang ramah lingkungan dan efisien. Bobby Nasution menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari visi untuk mengalihkan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum guna menekan angka polusi dan memperbaiki kualitas udara di kawasan Mebidang.
Menurut Bobby, proyek MASTRAN ini akan memiliki dampak yang luas, tidak hanya dalam memberikan solusi transportasi yang lebih efisien tetapi juga dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat. Dengan target beroperasi penuh pada 2027, proyek ini akan menyediakan 515 unit BRT dengan 32 halte on corridor, serta 1000 halte lainnya yang akan dibangun dengan jarak rata-rata 500 meter.
Direncanakan akan ada 17 koridor di mana jalur khusus BRT akan tersedia, menghubungkan berbagai titik penting di Mebidang. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jalur khusus, trotoar, terminal, dan depo juga akan dibangun untuk mendukung operasional BRT secara optimal.
Dalam tahap awal, fokus pembangunan akan diberikan pada 3 depo utama, yaitu Depo Tanjung Sari, Amplas, dan Pinang Baris. Ini menjadi langkah konkret dalam membangun sistem transportasi modern yang memadukan efisiensi, keberlanjutan lingkungan, dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Melalui proyek ini, diharapkan Medan dan sekitarnya dapat mengalami transformasi positif dalam mobilitas dan penggunaan transportasi umum.
Wali Kota Medan, Bobby Nasution, telah mengambil langkah besar dalam memajukan sistem transportasi publik dengan meluncurkan proyek Mass Transit Project (MASTRAN) berupa bus rapid transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) pada Jumat (19/4). Proyek ini memiliki nilai investasi mencapai Rp 1,6 triliun dan menjadi salah satu inisiatif besar dalam memperbaiki mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Proyek MASTRAN di Mebidang dibiayai oleh Bank Dunia dan Agence Francaise Developpement (AFD) sebesar Rp 1,9 triliun, menandai komitmen serius dalam mengembangkan infrastruktur transportasi yang ramah lingkungan dan efisien. Bobby Nasution menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari visi untuk mengalihkan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum guna menekan angka polusi dan memperbaiki kualitas udara di kawasan Mebidang.
Menurut Bobby, proyek MASTRAN ini akan memiliki dampak yang luas, tidak hanya dalam memberikan solusi transportasi yang lebih efisien tetapi juga dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat. Dengan target beroperasi penuh pada 2027, proyek ini akan menyediakan 515 unit BRT dengan 32 halte on corridor, serta 1000 halte lainnya yang akan dibangun dengan jarak rata-rata 500 meter.
Direncanakan akan ada 17 koridor di mana jalur khusus BRT akan tersedia, menghubungkan berbagai titik penting di Mebidang. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jalur khusus, trotoar, terminal, dan depo juga akan dibangun untuk mendukung operasional BRT secara optimal.
Dalam tahap awal, fokus pembangunan akan diberikan pada 3 depo utama, yaitu Depo Tanjung Sari, Amplas, dan Pinang Baris. Ini menjadi langkah konkret dalam membangun sistem transportasi modern yang memadukan efisiensi, keberlanjutan lingkungan, dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Melalui proyek ini, diharapkan Medan dan sekitarnya dapat mengalami transformasi positif dalam mobilitas dan penggunaan transportasi umum.
(N/014)
JAKARTA Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menyoroti kembali persoalan hak keuangan kepala daerah setelah Bupati Kuantan Singi
POLITIK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Sumatera Utara pada Jumat (3/7/2026).Dalam
SOSOK
JAKARTA Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan sebanyak lima gunung api di Indonesia masih berstatus Siaga (L
PARIWISATA
MEDAN Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung dan Kota Makassar membagikan pengalaman mereka dalam membangun komunika
PEMERINTAHAN
JAKARTA Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Jumat, 3 Juli 2026, dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Meski demikia
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat, 3 Juli 2026, dengan bergerak di zona hijau. Penguatan indeks did
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam kembali menguat pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026. Kena
EKONOMI
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan siap menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Sumatera Utara pada Jumat, 3 Juli 2026. Dal
HUKUM DAN KRIMINAL
OlehMoh Samsul ArifinPERINGATAN Hari Bhayangkara ke80 digelar di Bogor, Jawa Barat, 1 Juli 2026. Selain pada Kepolisian Republik Indonesia
OPINI