BREAKING NEWS
Kamis, 26 Maret 2026

“Harga Tiket Pesawat Domestik Meroket, (DPR Ri)Gagal Menjadi Pembela Rakyat”

BITVonline.com - Sabtu, 11 Januari 2025 15:53 WIB
“Harga Tiket Pesawat Domestik Meroket, (DPR Ri)Gagal Menjadi Pembela Rakyat”
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BITVONLINE.COM – Harga tiket pesawat rute Papua-Medan terus menjadi polemik yang tak kunjung usai. Meski persoalan ini sudah beberapa kali disoroti oleh berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI Komisi V, Bapak Musa Rajekshah, nyatanya hingga kini harga tiket tetap melambung tinggi, memicu keluhan masyarakat yang merasa terbebani.

Salah satu penumpang berinisial P, yang saat ini berada di Jayapura, Papua, mengaku sangat kesulitan membeli tiket untuk kembali ke Medan. Penumpang tersebut, yang bekerja di Medan, baru saja menghabiskan liburan Natal bersama keluarga di Papua. Ia kini dihadapkan pada persoalan harga tiket yang kian tak masuk akal.

“Dua hari lalu saya cek harga tiket masih Rp3,2 juta. Namun, karena saya belum punya uang untuk memesan, saat ingin booking tanggal 11, harga tiket sudah hampir Rp5 juta. Ada apa sebenarnya dengan harga tiket? Seolah-olah ada permainan harga,” keluhnya saat dihubungi oleh tim redaksi bitv.

Penumpang itu menambahkan bahwa kondisi ini sangat memukul masyarakat, terutama mereka yang harus sering bepergian untuk bekerja atau menjalin silaturahmi dengan keluarga di provinsi lain. “Harga tiket ke luar negeri malah lebih murah dibandingkan rute domestik seperti Papua-Medan. Apakah pemerintah benar-benar mengawasi ini? Kasihan warga yang ingin bertemu keluarga tapi terhalang biaya tiket yang tak wajar,” ujarnya dengan nada kecewa.

Anggota DPR Sudah Soroti, Tapi Tak Berhasil

Sebelumnya, anggota DPR RI Komisi V, Musa Rajekshah, telah beberapa kali menyinggung tingginya harga tiket pesawat domestik,Ia meminta pemerintah, termasuk Kementerian Perhubungan dan maskapai penerbangan, untuk mencari solusi agar harga tiket lebih terjangkau oleh masyarakat. Namun, hingga saat ini, upaya tersebut belum menunjukkan hasil nyata.

“Kita sudah sering membahas ini, tapi realisasinya belum ada. Saya harap pemerintah tidak tinggal diam,” ujar Musa dalam salah satu pernyataan sebelumnya.

Kritik Publik: Pemerintah Dinilai Kurang Tegas

Lonjakan harga tiket pesawat ini juga memicu kritik tajam terhadap peran pemerintah dalam mengawasi tarif penerbangan domestik. Banyak yang menilai bahwa pemerintah kurang tegas dalam mengatur kebijakan harga tiket pesawat.

Masyarakat merasa seolah-olah ada permainan harga yang merugikan penumpang, terutama menjelang musim liburan dan hari raya. Tak sedikit yang menyebut bahwa kondisi ini mencerminkan lemahnya regulasi dan pengawasan pemerintah terhadap industri penerbangan.

“Kalau harga tiket terus naik tanpa pengawasan, masyarakat kecil yang paling dirugikan. Bagaimana mereka bisa pulang kampung atau bekerja di luar provinsi jika ongkos perjalanan lebih mahal daripada kebutuhan sehari-hari?” kata salah seorang pengamat transportasi.

Harga Tiket ke Luar Negeri Lebih Murah, Fenomena Ironis

Yang lebih mengherankan, harga tiket penerbangan internasional sering kali lebih murah dibandingkan dengan rute domestik. Contohnya, tiket ke negara-negara tetangga seperti Malaysia atau Singapura sering kali lebih terjangkau dibandingkan penerbangan antarprovinsi di Indonesia. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar tentang struktur tarif penerbangan di dalam negeri.

“Pemerintah seharusnya menciptakan regulasi yang memastikan harga tiket domestik tetap kompetitif. Kalau dibiarkan terus seperti ini, masyarakat akan merasa bahwa mereka tidak diprioritaskan di negeri sendiri,” ujar salah seorang akademisi dari Universitas Sumatera Utara.

Harapan Masyarakat

Masyarakat mendesak pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah ini. Mereka berharap adanya intervensi dari Kementerian Perhubungan untuk memastikan harga tiket pesawat tetap wajar dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga meminta adanya transparansi dari pihak maskapai dalam menentukan harga tiket, serta pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah untuk mencegah praktik tidak adil yang memberatkan konsumen.

“Jika kondisi seperti ini terus berlanjut, banyak keluarga yang akan terputus silaturahminya hanya karena harga tiket yang terlampau mahal. Pemerintah harus bertindak sekarang sebelum masalah ini semakin parah,” pungkas penumpang P.

(KRISNA)

 

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru