Pakistan Minta AS dan Iran Jaga Gencatan Senjata Meski Perundingan di Islamabad Buntu
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
Batu Bara –™ Dugaan penyelewengan dana panjar Bimtek sertifikasi guru mencuat di SMP Negeri 2 Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara. Sejumlah guru menyampaikan kekecewaan terhadap kepala sekolah yang hingga kini belum mengembalikan uang panjar sebesar Rp300.000 yang telah mereka setorkan.sabtu,11/1/2025.
Awalnya, biaya Bimtek ditetapkan sebesar Rp1.000.000 per guru, namun atas permintaan beberapa guru, mereka diperbolehkan membayar Rp300.000 sebagai panjar. Belakangan, biaya Bimtek dinaikkan menjadi Rp1.700.000, yang menyebabkan sejumlah guru membatalkan partisipasi mereka. Meski batal mengikuti program, uang panjar yang telah disetorkan yang diperkirakan enam guru tersebut hingga kini belum dikembalikan oleh kepala sekolah.
Kekecewaan Guru
“Saya merasa kecewa karena tidak ada kejelasan terkait pengembalian uang tersebut,” ungkap salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya.
Guru-guru yang merasa dirugikan kemudian meminta bantuan media untuk menelusuri masalah ini. Awak media mencoba menghubungi Kepala Sekolah SMPN 2 Nibung Hangus, Hafsah, M.Pd., melalui aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan klarifikasi.
Jawaban yang Berbelit
Saat ditanya apakah uang panjar tersebut sudah dikembalikan, Hafsah menjawab sudah. Namun, ketika ditanya kapan pengembalian dilakukan, Hafsah justru balik bertanya, “Dapat informasi dari mana?”
Wartawan menjelaskan bahwa narasumber dilindungi oleh Kode Etik Jurnalistik (KEJ) Pasal 9, yang menjamin privasi narasumber kecuali untuk kepentingan publik. Meski demikian, kepala sekolah tetap berbelit dalam memberikan jawaban dan bahkan menyebut informasi yang diterima media sebagai hoaks, meskipun sumber informasi dinyatakan terpercaya.
Sorotan Publik
Kasus ini memicu perhatian publik, mengingat uang tersebut berasal dari guru-guru yang telah menyisihkan dana pribadi mereka untuk mengikuti program Bimtek. Para guru berharap ada kejelasan dan pengembalian dana yang telah disetorkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara, Jhones Marpaung, belum memberikan tanggapan resmi terkait masalah ini meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Publik kini menunggu langkah tegas dari pihak berwenang untuk menyelesaikan kasus ini. Apakah dugaan ini benar adanya atau hanya kesalahpahaman? Transparansi dan keadilan dalam dunia pendidikan sedang dipertaruhkan.red
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
JAKARTA Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas untuk Andrie Yunus menggelar aksi memperingati 30 hari penyiraman air ke
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Oditurat Militer menanggapi usulan pelibatan hakim ad hoc dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Or
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyebut alokasi dana bantuan bencana dari pemerintah pusat untuk Sumut periode 20262028 m
EKONOMI
BANDA ACEH Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Kodam Iskandar Muda, Ali Imran, menegaskan komitmennya membentuk putraputri
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, AM Akbar Supratman, mengapresiasi terpilihnya Sugiono sebagai Ketua
POLITIK
Oleh Raman KrisnaLONJAKAN harga bahan baku plastik di Sumatera Utara hingga puluhan persen bukan lagi sekadar persoalan pasar. Ini adalah p
OPINI
JAKARTA Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan penipuan oleh PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang merugikan hingga Rp2,4 triliun. Pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara terkait anggaran Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) yang menjadi sorotan publik.
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik tak wajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
HUKUM DAN KRIMINAL