BREAKING NEWS
Rabu, 04 Maret 2026

Program MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, Siswa Muslim Bisa Bawa Pulang

Redaksi - Senin, 24 Februari 2025 20:14 WIB
Program MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, Siswa Muslim Bisa Bawa Pulang
Ilustrasi MBG.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan mekanisme penyesuaian bagi siswa Muslim yang menjalankan puasa. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa makanan tetap akan disalurkan dan dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

"Selama Ramadan, program MBG tetap berjalan. Jika sekolah masuk, makanan bergizi tetap disalurkan, tetapi dengan mekanisme berbeda, yakni dibawa pulang oleh siswa," ujar Dadan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2025).

Sementara itu, bagi siswa non-Muslim yang tidak berpuasa, mereka tetap dapat mengonsumsi makanan di sekolah dengan cara tertutup atau membawanya pulang.

"Untuk siswa yang tidak berpuasa, mereka bisa makan secara tertutup di sekolah atau membawanya ke rumah," tambahnya.

Penyesuaian Menu dan Kemasan MBG Selama Ramadan

Dalam rangka menyesuaikan dengan kondisi Ramadan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menyiapkan makanan yang tahan lama agar bisa dikonsumsi di rumah. Beberapa contoh menu MBG Ramadan antara lain:

✔ Telur rebus

✔ Kurma

✔ Kue kering

✔ Buah-buahan

✔ Susu

✔ Takjil seperti bubur kacang hijau atau kolak

"Kami memastikan bahwa komposisi gizi tetap seimbang dengan kandungan protein, karbohidrat, dan serat yang cukup," jelas Dadan.

Selain itu, wadah makanan MBG juga mengalami perubahan. Karena makanan akan dibawa pulang, penggunaan wadah stainless steel akan digantikan dengan paperbag yang bisa ditukar setiap hari.

"Uji coba sudah dilakukan di Sukabumi tahun lalu, di mana siswa membawa pulang makan bergizi gratis dengan kantong khusus. Keesokan harinya, kantong tersebut harus dikembalikan dan ditukar dengan yang baru, sehingga tidak menimbulkan sampah dan melatih kedisiplinan siswa," paparnya.

Evaluasi dan Penyesuaian di Daerah Non-Muslim

Untuk daerah dengan mayoritas penduduk non-Muslim, penyaluran MBG tetap berjalan seperti biasa. Namun, evaluasi akan dilakukan dalam satu minggu pertama guna menentukan apakah diperlukan penyesuaian lebih lanjut.

"Kami akan melakukan evaluasi setelah satu minggu. Jika diperlukan, kami akan menyesuaikan pola penyaluran makan bergizi gratis pada daerah yang mayoritas non-Muslim," tutup Dadan.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan seluruh siswa tetap mendapatkan asupan gizi yang baik selama Ramadan tanpa mengganggu ibadah puasa mereka.

(bs/n14)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru