TAPANULI UTARA – Bupati Tapanuli Utara (Taput) Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si (JTP) secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di Kecamatan Sipahutar.
Acara ini digelar di Gedung Serbaguna HKBP Sipahutar dan menjadi Musrenbang perdana yang dihadiri oleh Bupati JTP sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Turut hadir dalam acara ini DPRD Sumatera Utara Fraksi Golkar Viktor Silaen, beberapa anggota DPRD Dapil IV, Forkopimca Sipahutar, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tapanuli Utara.
Fokus Pembangunan Berbasis Asta Cita
Dalam sambutannya, Bupati JTP menegaskan bahwa Musrenbang adalah wadah strategis untuk menyusun perencanaan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah, provinsi, serta nasional.
"Musrenbang ini harus menghasilkan program yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Kita harus memastikan pembangunan yang kita rancang selaras dengan visi-misi daerah dan program prioritas nasional, termasuk Asta Cita," ujar Bupati JTP.
Beliau menjelaskan beberapa poin penting dalam Asta Cita yang menjadi pedoman pembangunan di Taput, antara lain:
Ketahanan pangan dan energi: Mendorong swasembada pangan melalui sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Peningkatan kesejahteraan rakyat: Memprioritaskan program pendidikan, kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja.
Penguatan infrastruktur dan konektivitas: Memastikan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan desa dengan pusat ekonomi.
Revolusi industri dan digitalisasi: Memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.
Pembangunan berbasis budaya dan kearifan lokal: Memperkuat identitas budaya masyarakat sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Enam Fokus Prioritas RKPD 2026
Bupati JTP juga memaparkan enam fokus utama dalam RKPD Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026:
1. Pemanfaatan potensi daerah: Peningkatan produktivitas dan kualitas sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM.
2. Peningkatan kualitas SDM: Penguatan layanan pendidikan, kesehatan, penurunan angka stunting, serta peningkatan kapasitas ASN, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, petani, dan pelaku UMKM.
3. Pembangunan infrastruktur dan layanan dasar: Pemenuhan kebutuhan air minum, perbaikan jalan dan jembatan, serta pengelolaan persampahan.
4. Ketangguhan menghadapi bencana: Penguatan desa tangguh bencana.
5. Reformasi tata kelola pemerintahan: Meningkatkan pelayanan publik berbasis inovasi dan teknologi.
6. Pelestarian adat dan budaya lokal: Melestarikan situs sejarah dan memperkuat identitas budaya daerah.
Bupati JTP juga menyoroti pentingnya optimalisasi Dana Desa untuk mendukung pembangunan daerah, termasuk dalam penanganan stunting, peningkatan aksesibilitas antar desa, pelatihan pemuda, serta penguatan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Tagline Baru: "MarTuhan, MarRoha, MarBisuk"
Sebagai bagian dari semangat baru kepemimpinannya, Bupati JTP memperkenalkan tagline "MarTuhan, MarRoha, MarBisuk" yang menjadi landasan kerja di Kabupaten Tapanuli Utara.
MarTuhan: Mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah dan keputusan.
MarRoha: Bekerja dengan hati dan mengedepankan pelayanan.
MarBisuk: Bekerja dengan tanggap dan sigap menghadapi tantangan.
Di akhir sambutannya, Bupati JTP mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk berkontribusi dengan masukan yang konstruktif dan realistis, demi menciptakan pembangunan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
"Saya berharap kita semua dapat berkolaborasi dengan baik. ASN, kepala desa, camat, dan seluruh elemen masyarakat harus bekerja bersama untuk mewujudkan Tapanuli Utara yang maju, berbudaya, dan berkelanjutan," tegasnya.
Setelah membuka Musrenbang, Bupati JTP berfoto bersama dengan para peserta dan melanjutkan acara dengan makan siang bersama.
Editor
:
Bupati Taput JTP Perdana Buka Musrenbang RKPD 2026 di Kecamatan Sipahutar