BREAKING NEWS
Kamis, 08 Oktober 2026

Perayaan Hari Raya Waisak 2025: Makna Mendalam dan Tradisi di Indonesia

- Minggu, 11 Mei 2025 07:39 WIB
Perayaan Hari Raya Waisak 2025: Makna Mendalam dan Tradisi di Indonesia
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Hari Raya Waisak, salah satu hari suci penting bagi umat Buddha, akan jatuh pada Senin, 12 Mei 2025, dan ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia.

Waisak merupakan momen untuk mengenang tiga peristiwa besar dalam kehidupan Siddharta Gautama, yang dikenal sebagai Trisuci Waisak: kelahiran, pencerahan, dan wafatnya.

Perayaan Waisak tidak hanya dirayakan di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara dengan nama yang berbeda, seperti Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Vesak di Malaysia, Singapura, dan Sri Lanka, serta Visakha Bucha di Thailand.

Sejarah Hari Raya Waisak

Hari Raya Waisak mengingatkan umat Buddha akan tiga peristiwa besar dalam kehidupan Siddharta Gautama:

Kelahiran Siddharta Gautama – Siddharta lahir pada 623 SM di Taman Lumbini, diprediksi akan menjadi pemimpin agung.

Pencerahan Agung – Pada usia 35 tahun, Siddharta mencapai pencerahan di bawah pohon Bodhi di Bodh Gaya dan menjadi Buddha.

Wafatnya Siddharta Gautama Buddha – Wafat pada usia 80 tahun, momen ini menjadi simbol pelepasan dari penderitaan dunia.

Perayaan Waisak mulai dilakukan pada abad ke-19, dimulai dengan tradisi sederhana di vihara. Namun, pada akhir abad ke-19, pengaruh modernisasi, khususnya di Sri Lanka, membuat Waisak lebih dikenal secara global.

Pada tahun 1950, Konferensi pertama World Fellowship of Buddhists di Sri Lanka menetapkan Waisak sebagai hari peringatan kelahiran Buddha yang dirayakan setiap purnama pertama di bulan Mei.

Perayaan Waisak di Indonesia

Di Indonesia, salah satu lokasi perayaan Waisak yang paling terkenal adalah Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, di mana umat Buddha merayakan dengan festival lampion. Ribuan lampion kertas dilepaskan ke langit sebagai simbol doa dan harapan. Perayaan ini telah berlangsung sejak 1929 dan menjadi daya tarik wisata religi.

Pada hari suci ini, umat Buddha mengunjungi vihara atau kuil, melakukan kegiatan spiritual seperti bermeditasi, melantunkan doa, berbuat kebajikan, dan berbagi makanan kepada sesama. Umat Buddha biasanya mengenakan pakaian putih sebagai simbol kesucian dan kedamaian.

Makna Spiritual Waisak

Di balik kemeriahannya, Waisak memiliki makna spiritual yang dalam, mengingatkan umat untuk merenungkan ajaran Buddha tentang kedamaian, kebajikan, dan pencerahan. Ini adalah waktu bagi umat untuk memperbaiki diri dan berbagi dengan sesama, merayakan pencapaian spiritual, serta meneguhkan komitmen untuk hidup dalam kedamaian dan kasih sayang.*

(km/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru