BREAKING NEWS
Kamis, 08 Oktober 2026

Bedah Tuntas Program MBG! UPNVJ Rilis Buku Kaji Ekonomi, Mitos Medsos, hingga Realitas Lapangan

Dodi Kurniawan - Kamis, 08 Oktober 2026 18:12 WIB
Bedah Tuntas Program MBG! UPNVJ Rilis Buku Kaji Ekonomi, Mitos Medsos, hingga Realitas Lapangan
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta melalui LPPM UPNVJ Press bersama Damera Press menerbitkan buku Kondisi Sosial atas Praktik MBG: Antara Mitos Medsos dan Realitas. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) melalui LPPM UPNVJ Press bersama Damera Press menerbitkan buku Kondisi Sosial atas Praktik MBG: Antara Mitos Medsos dan Realitas. Buku edisi pertama yang terbit pada September 2026 itu mengkaji Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari berbagai sudut pandang akademik.

Buku tersebut menjadi salah satu bunga rampai yang membahas MBG secara lintas disiplin. Sejumlah akademisi UPNVJ menggunakan data dan analisis ilmiah untuk menguji berbagai pandangan mengenai program tersebut yang berkembang di media sosial.

Pembahasan dalam buku mencakup aspek hukum, persepsi siswa dan guru, digitalisasi pelaksanaan program, inflasi hingga ekonomi sirkular.

Diani Sadiawati dan Edward Benedictus Roring membahas implikasi regulasi setelah program berjalan. Sementara Purwanto mengulas persepsi siswa dan guru di Jakarta serta Bekasi.

Kemudian Dr Alfatih S. Manggabarani membahas digitalisasi pelaksanaan MBG melalui siklus PDCA. Dr Fachru Nofrian menganalisis kondisi inflasi sebelum dan sesudah pelaksanaan MBG.

Sementara Prof Dianwicaksih Arieftiara mengaitkan program tersebut dengan konsep ekonomi sirkular sebagai bagian dari bela negara. Buku itu juga memuat tulisan Rémy Herrera, peneliti CNRS Prancis, yang membahas ketahanan Kuba menghadapi blokade.

Kajian MBG dan Dampak Ekonomi

Salah satu pembahasan yang menonjol berasal dari Dr Fachru Nofrian, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Jakarta sekaligus Sekretaris Jenderal Lembaga Penelitian Pekerja Indonesia (LPPI).

Dalam bab berjudul "Inflasi dengan dan tanpa Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia Periode 2023-2025", Fachru mengkaji MBG sebagai program ekonomi berskala besar yang dinilai dapat memengaruhi permintaan agregat dan pendapatan.

Berdasarkan temuan awal yang disampaikan dalam buku, harga bahan pangan cenderung lebih stabil seiring berjalannya program. Fachru juga berpendapat pendekatan universal dapat menjadi pilihan karena program yang hanya mengandalkan penargetan berdasarkan data berpotensi meleset dari sasaran.

"MBG tidak bisa dinilai hanya dari besarnya anggaran. Ini investasi jangka panjang yang menggerakkan permintaan, dari petani, pemasok, hingga pekerja dapur di daerah," ujar Fachru.

Meski demikian, Fachru menegaskan temuan mengenai inflasi tersebut masih perlu diuji lebih lanjut menggunakan analisis ekonometrik.

Tidak Hanya Membela Program

Buku tersebut tidak semata-mata memberikan pembelaan terhadap program MBG. Dalam pembahasan hukum, para penulis mendorong agar program berskala nasional memiliki kerangka regulasi yang lengkap sejak awal.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru