Mengacu pada Buku Manasik Haji 2025 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, terdapat enam tanda kemabruran haji yang bersumber dari surah Al-Baqarah ayat 177.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa kebajikan sejati tidak hanya pada arah kiblat, tetapi pada amal perbuatan yang menunjukkan keimanan dan kepedulian sosial.
Berikut enam amal yang menjadi indikator haji mabrur:
- Beriman kepada Allah, hari akhir, para malaikat, kitab-kitab suci, dan para nabi.
- Menginfakkan harta kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, dan peminta-minta.
- Menegakkan salat secara konsisten.
- Membayar zakat secara rutin dan tepat sasaran.
- Menepati janji dan komitmen yang telah dibuat.
- Bersabar dalam menghadapi kesulitan, penderitaan, dan cobaan hidup.
Apabila keenam nilai tersebut tercermin dalam kehidupan seseorang setelah berhaji, maka itulah pertanda bahwa hajinya termasuk dalam kategori mabrur.
Haji yang mabrur bukan hanya dinilai dari kesempurnaan pelaksanaan ritual semata, melainkan dari perubahan nyata dalam sikap dan perilaku.