Dari TPA Sampah ke Bank Pakan: Jawaban Krisis Pakan Ternak
OlehAgus SantosoHARGA konsentrat pakan ternak di pasaran menembus Rp8.500 per kilogram. Peternak domba kambing mengeluh. Untuk satu ekor do
OPINI
JAKARTA - Kisah keteladanan Khalifah Umar bin Khattab RA kembali menginspirasi umat Islam tentang pentingnya hidup sederhana dan menjauhi kemewahan dunia.
Dalam sebuah riwayat yang dikisahkan oleh A.R. Shohibul Ulum dalam buku "Umar bin Khattab: 30 Hari Memahami Teladan Sang Singa Berhati Pualam", disebutkan bahwa Umar RA menolak tawaran kenaikan gaji sebagai seorang pemimpin umat Islam, meski gajinya saat itu terbilang jauh dari cukup.
Gaji Kecil, Tetap Bersabar
Usai menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA sebagai khalifah, Umar RA menerima gaji dalam jumlah yang sama dengan pendahulunya. Seiring waktu dan naiknya kebutuhan pokok, para sahabat Rasulullah SAW sepakat untuk mengusulkan tunjangan tambahan dari baitul mal bagi sang khalifah.
Namun karena takut akan kemarahan Umar RA, mereka meminta Hafshah—putri Umar sekaligus istri Nabi Muhammad SAW—untuk menyampaikan usulan tersebut tanpa menyebut nama-nama pengusulnya.
Reaksi Tegas Umar RA
Ketika Hafshah menyampaikan usulan tersebut, Umar bin Khattab RA marah dan menolak tegas. Beliau kemudian meminta Hafshah untuk menceritakan kehidupan Rasulullah SAW semasa hidupnya.
"Putriku Hafshah, demi Allah tolong ceritakan kepadaku, ketika Rasulullah SAW masih hidup, bagaimanakah pakaian dan makanan beliau?" tanya Umar RA.
Hafshah menjawab, Rasulullah SAW hanya memiliki dua pakaian dan sepotong jubah lusuh untuk menerima tamu. Makanan beliau pun sangat sederhana: roti keras yang harus dicelup air sebelum dimakan. Bahkan, Rasulullah SAW tidak memiliki kasur, hanya selimut yang digunakan bergantian sebagai alas dan selimut.
Lebih Memilih Akhirat
Setelah mendengar penjelasan tersebut, Umar RA menyampaikan ketegasannya:
"Aku, Abu Bakar, dan Rasulullah SAW adalah tiga musafir menuju cita-cita yang sama. Rasulullah telah sampai, Abu Bakar menyusulnya, dan aku harus menempuh jalan yang sama jika ingin berkumpul bersama mereka. Katakan kepada para sahabat yang mengusulkan kenaikan gajiku: Umar bin Al-Khaththab lebih memilih berkecukupan di akhirat daripada bermewah-mewah di dunia yang fana ini."
Teladan Kepemimpinan yang Patut Ditiru
Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa seorang pemimpin sejati menjaga integritas, menolak hidup berlebihan, dan menjadikan akhirat sebagai tujuan utama. Di tengah kehidupan modern yang serba materialistis, kisah Umar RA ini menjadi cermin bagi kita semua.*
(d/j006)
OlehAgus SantosoHARGA konsentrat pakan ternak di pasaran menembus Rp8.500 per kilogram. Peternak domba kambing mengeluh. Untuk satu ekor do
OPINI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) ramp
PEMERINTAHAN
JAKARTA Polda Metro Jaya akan mengumumkan hasil pemeriksaan forensik jenazah Sutrimo pada pekan ini. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat
HUKUM DAN KRIMINAL
JEMBRANA Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat Islam di dunia. P
NASIONAL
JAKARTA Kebiasaan menonton video pendek secara berlebihan dapat berdampak pada fungsi kognitif. Fenomena yang dikenal sebagai Short Video
KESEHATAN
BINJAI DPC Partai Demokrat Kota Binjai menggelar Lomba Rakyat untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke25 Partai Demokrat. Kegiatan ter
POLITIK
JAMBI Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memastikan komunikasinya dengan Presiden Prabowo Subianto tetap berjalan baik meski tidak mendamp
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa enam saksi dalam penyidikan dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pad
NASIONAL
JEMBRANA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti kolaborasi lintas lintaspartai dalam pelaksanaan proyek
NASIONAL
JAKARTA Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memastikan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis
NASIONAL