Bulog Sumut Pastikan Stok Beras SPHP dan Minyakita Aman, Harga Sesuai HET
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Perum Bulog) memastikan ketersediaan stok beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SP
EKONOMI
JAKARTA - Kisah keteladanan Khalifah Umar bin Khattab RA kembali menginspirasi umat Islam tentang pentingnya hidup sederhana dan menjauhi kemewahan dunia.
Dalam sebuah riwayat yang dikisahkan oleh A.R. Shohibul Ulum dalam buku "Umar bin Khattab: 30 Hari Memahami Teladan Sang Singa Berhati Pualam", disebutkan bahwa Umar RA menolak tawaran kenaikan gaji sebagai seorang pemimpin umat Islam, meski gajinya saat itu terbilang jauh dari cukup.
Gaji Kecil, Tetap Bersabar
Usai menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA sebagai khalifah, Umar RA menerima gaji dalam jumlah yang sama dengan pendahulunya. Seiring waktu dan naiknya kebutuhan pokok, para sahabat Rasulullah SAW sepakat untuk mengusulkan tunjangan tambahan dari baitul mal bagi sang khalifah.
Namun karena takut akan kemarahan Umar RA, mereka meminta Hafshah—putri Umar sekaligus istri Nabi Muhammad SAW—untuk menyampaikan usulan tersebut tanpa menyebut nama-nama pengusulnya.
Reaksi Tegas Umar RA
Ketika Hafshah menyampaikan usulan tersebut, Umar bin Khattab RA marah dan menolak tegas. Beliau kemudian meminta Hafshah untuk menceritakan kehidupan Rasulullah SAW semasa hidupnya.
"Putriku Hafshah, demi Allah tolong ceritakan kepadaku, ketika Rasulullah SAW masih hidup, bagaimanakah pakaian dan makanan beliau?" tanya Umar RA.
Hafshah menjawab, Rasulullah SAW hanya memiliki dua pakaian dan sepotong jubah lusuh untuk menerima tamu. Makanan beliau pun sangat sederhana: roti keras yang harus dicelup air sebelum dimakan. Bahkan, Rasulullah SAW tidak memiliki kasur, hanya selimut yang digunakan bergantian sebagai alas dan selimut.
Lebih Memilih Akhirat
Setelah mendengar penjelasan tersebut, Umar RA menyampaikan ketegasannya:
"Aku, Abu Bakar, dan Rasulullah SAW adalah tiga musafir menuju cita-cita yang sama. Rasulullah telah sampai, Abu Bakar menyusulnya, dan aku harus menempuh jalan yang sama jika ingin berkumpul bersama mereka. Katakan kepada para sahabat yang mengusulkan kenaikan gajiku: Umar bin Al-Khaththab lebih memilih berkecukupan di akhirat daripada bermewah-mewah di dunia yang fana ini."
Teladan Kepemimpinan yang Patut Ditiru
Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa seorang pemimpin sejati menjaga integritas, menolak hidup berlebihan, dan menjadikan akhirat sebagai tujuan utama. Di tengah kehidupan modern yang serba materialistis, kisah Umar RA ini menjadi cermin bagi kita semua.*
(d/j006)
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Perum Bulog) memastikan ketersediaan stok beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SP
EKONOMI
GORONTALO Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menghadiri pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang dibuka
NASIONAL
JAKARTA Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mendorong pembentukan Joint Task Force IndonesiaEuropean Union Comprehensive Economic Par
EKONOMI
BANGKALAN Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul
NASIONAL
JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri memburu seorang buronan kasus narkotika jaringan Sumatera Uta
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilay
NASIONAL
JAKARTA Istana Kepresidenan akan menelusuri dugaan adanya pemberian uang kepada mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) usai melakukan ak
NASIONAL
JAKARTA Kasus dugaan fitnah ijazah palsu yang menyeret nama Presiden ke7 RI Joko Widodo akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Ja
POLITIK
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo menanggapi keputusan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yang tidak menahan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma
POLITIK
JAKARTA Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Muhammad Abdimaludin mengakui menerima uang sebesar Rp 20 juta usai aksi demonst
NASIONAL