ACEH – Dalam tausiyah subuh yang disampaikan pada Pengajian Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aceh, Ustadz Dr. Badrul Munir, Lc., MA., mengupas tuntas tema menarik yang sarat hikmah: "Keruntuhan Kekuasaan dalam Lintasan Sejarah: Durus wa Ibrah".
Kajian ini menjadi pengingat bahwa kekuasaan bukanlah sesuatu yang bersifat abadi, melainkan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Dengan pendekatan historis dan refleksi Qur'ani, Ustadz Dr. Badrul Munir mengajak jamaah untuk merenungi siklus naik-turunnya peradaban sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT.
Kekuasaan: Antara Amanah dan Kehancuran
Mengawali ceramahnya, beliau mengutip firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 140 yang menyatakan bahwa kejayaan dan kehancuran adalah sesuatu yang Allah pergilirkan di antara manusia.
Menurutnya, ini menjadi bukti bahwa tidak ada kekuasaan yang bersifat langgeng.
"Sejarah menunjukkan bahwa ketika sebuah kekuasaan tidak lagi dibangun di atas keadilan dan amanah, maka keruntuhan hanya tinggal menunggu waktu," ujar beliau.
Faktor-Faktor Penyebab Runtuhnya Kekuasaan
Ustadz Badrul Munir membagi penyebab keruntuhan kekuasaan menjadi dua kategori besar: faktor internal dan faktor eksternal.