Paripurna DPR Putuskan MKMK Tak Berwenang Proses Laporan Adies Kadir
JAKARTA Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyepakati bahwa Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) tidak
POLITIK
ACEH – Dalam tausiyah subuh yang disampaikan pada Pengajian Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aceh, Ustadz Dr. Badrul Munir, Lc., MA., mengupas tuntas tema menarik yang sarat hikmah: "Keruntuhan Kekuasaan dalam Lintasan Sejarah: Durus wa Ibrah".
Kajian ini menjadi pengingat bahwa kekuasaan bukanlah sesuatu yang bersifat abadi, melainkan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Dengan pendekatan historis dan refleksi Qur'ani, Ustadz Dr. Badrul Munir mengajak jamaah untuk merenungi siklus naik-turunnya peradaban sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT.
Kekuasaan: Antara Amanah dan Kehancuran
Mengawali ceramahnya, beliau mengutip firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 140 yang menyatakan bahwa kejayaan dan kehancuran adalah sesuatu yang Allah pergilirkan di antara manusia.
Menurutnya, ini menjadi bukti bahwa tidak ada kekuasaan yang bersifat langgeng.
"Sejarah menunjukkan bahwa ketika sebuah kekuasaan tidak lagi dibangun di atas keadilan dan amanah, maka keruntuhan hanya tinggal menunggu waktu," ujar beliau.
Faktor-Faktor Penyebab Runtuhnya Kekuasaan
Ustadz Badrul Munir membagi penyebab keruntuhan kekuasaan menjadi dua kategori besar: faktor internal dan faktor eksternal.
1. Faktor Internal
- Perebutan kekuasaan yang tidak sehat
- Perpecahan dalam tubuh pemerintahan
- Kesombongan dan gaya hidup hedonistik
- Kepemimpinan yang lemah dan birokrasi yang tidak efektif
- Korupsi dan tidak berjalannya keadilan hukum
- Ketidakpuasan rakyat hingga munculnya perlawanan
Beliau menegaskan, banyak negeri hancur karena para elitnya hidup dalam kemewahan, tetapi abai terhadap amanah dan nilai moral.
2. Faktor Eksternal
Di sisi lain, invasi asing, penjajahan, hingga dominasi ekonomi-politik dari luar turut menjadi pemicu keruntuhan, sebagaimana pernah terjadi pada Kekhalifahan Abbasiyah yang diserang oleh bangsa Mongol.
Pelajaran dari Sejarawan Muslim dan Nilai-Nilai Islam
Mengutip Ibnu Khaldun, beliau menjelaskan bahwa setiap dinasti atau kekuasaan memiliki siklus hidupnya, rata-rata bertahan selama 100–120 tahun.
Jika tidak disertai pembenahan struktural dan spiritual, maka kekuasaan akan melemah.
Namun demikian, Islam sebagai ajaran dan nilai tetap bertahan dan tumbuh, meskipun berbagai kekuasaan Islam pernah runtuh.
Hal ini sesuai janji Allah dalam QS. Ash-Shaff ayat 8, bahwa cahaya Islam tidak akan pernah padam.
Menjadikan Sejarah Sebagai Cermin
Menutup tausiyahnya, Ustadz Dr. Badrul Munir mengajak seluruh jamaah untuk merenungi sejarah bukan sekadar sebagai narasi masa lalu, tapi sebagai cermin perbaikan diri, masyarakat, dan bangsa.
"Kekuasaan adalah ujian, bukan tujuan. Siapa yang mengkhianatinya, pasti akan merasakan akibatnya," tegas beliau.*
JAKARTA Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyepakati bahwa Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) tidak
POLITIK
WASHINGTON, D.C. Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah program prioritas pemerintahannya di hadapan pengusaha Amerika Serikat da
NASIONAL
DELI SERDANG Pemerintah Kabupaten Deli Serdang meresmikan Kantor Camat dan Puskesmas Pagar Merbau yang baru pada Rabu (18/2/2026), denga
PEMERINTAHAN
TAPANULI SELATAN, SUMATERA UTARA Kabupaten Tapanuli Selatan mencatatkan prestasi gemilang dalam pencegahan korupsi daerah. Berdasarkan r
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ahmad Sahroni resmi menjabat kembali sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, menggantikan Rusdi Masse yang berpindah dari NasDem
POLITIK
WASHINGTON DC Presiden Prabowo Subianto memamerkan capaian penghematan anggaran negara sebesar USD 18 miliar atau sekitar Rp303,1 triliu
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah menegaskan tidak memiliki rencana untuk mengembalikan UndangUndang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) ke versi la
POLITIK
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Kamis (19/2/2026). Berdasarkan laman resm
EKONOMI
BATUBARA Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku menggelar kegiatan gotong royong kebersih
NASIONAL
MEDAN Meski diguyur rintik hujan, jajaran Pemko Medan, TNI, dan Polri tetap semangat mengikuti apel gabungan pemantauan ketenteraman mas
PEMERINTAHAN