Pakistan Minta AS dan Iran Jaga Gencatan Senjata Meski Perundingan di Islamabad Buntu
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
ACEH – Dalam tausiyah subuh yang disampaikan pada Pengajian Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aceh, Ustadz Dr. Badrul Munir, Lc., MA., mengupas tuntas tema menarik yang sarat hikmah: "Keruntuhan Kekuasaan dalam Lintasan Sejarah: Durus wa Ibrah".
Kajian ini menjadi pengingat bahwa kekuasaan bukanlah sesuatu yang bersifat abadi, melainkan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Dengan pendekatan historis dan refleksi Qur'ani, Ustadz Dr. Badrul Munir mengajak jamaah untuk merenungi siklus naik-turunnya peradaban sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT.
Kekuasaan: Antara Amanah dan Kehancuran
Mengawali ceramahnya, beliau mengutip firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 140 yang menyatakan bahwa kejayaan dan kehancuran adalah sesuatu yang Allah pergilirkan di antara manusia.
Menurutnya, ini menjadi bukti bahwa tidak ada kekuasaan yang bersifat langgeng.
"Sejarah menunjukkan bahwa ketika sebuah kekuasaan tidak lagi dibangun di atas keadilan dan amanah, maka keruntuhan hanya tinggal menunggu waktu," ujar beliau.
Faktor-Faktor Penyebab Runtuhnya Kekuasaan
Ustadz Badrul Munir membagi penyebab keruntuhan kekuasaan menjadi dua kategori besar: faktor internal dan faktor eksternal.
1. Faktor Internal
- Perebutan kekuasaan yang tidak sehat
- Perpecahan dalam tubuh pemerintahan
- Kesombongan dan gaya hidup hedonistik
- Kepemimpinan yang lemah dan birokrasi yang tidak efektif
- Korupsi dan tidak berjalannya keadilan hukum
- Ketidakpuasan rakyat hingga munculnya perlawanan
Beliau menegaskan, banyak negeri hancur karena para elitnya hidup dalam kemewahan, tetapi abai terhadap amanah dan nilai moral.
2. Faktor Eksternal
Di sisi lain, invasi asing, penjajahan, hingga dominasi ekonomi-politik dari luar turut menjadi pemicu keruntuhan, sebagaimana pernah terjadi pada Kekhalifahan Abbasiyah yang diserang oleh bangsa Mongol.
Pelajaran dari Sejarawan Muslim dan Nilai-Nilai Islam
Mengutip Ibnu Khaldun, beliau menjelaskan bahwa setiap dinasti atau kekuasaan memiliki siklus hidupnya, rata-rata bertahan selama 100–120 tahun.
Jika tidak disertai pembenahan struktural dan spiritual, maka kekuasaan akan melemah.
Namun demikian, Islam sebagai ajaran dan nilai tetap bertahan dan tumbuh, meskipun berbagai kekuasaan Islam pernah runtuh.
Hal ini sesuai janji Allah dalam QS. Ash-Shaff ayat 8, bahwa cahaya Islam tidak akan pernah padam.
Menjadikan Sejarah Sebagai Cermin
Menutup tausiyahnya, Ustadz Dr. Badrul Munir mengajak seluruh jamaah untuk merenungi sejarah bukan sekadar sebagai narasi masa lalu, tapi sebagai cermin perbaikan diri, masyarakat, dan bangsa.
"Kekuasaan adalah ujian, bukan tujuan. Siapa yang mengkhianatinya, pasti akan merasakan akibatnya," tegas beliau.*
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
JAKARTA Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas untuk Andrie Yunus menggelar aksi memperingati 30 hari penyiraman air ke
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Oditurat Militer menanggapi usulan pelibatan hakim ad hoc dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Or
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyebut alokasi dana bantuan bencana dari pemerintah pusat untuk Sumut periode 20262028 m
EKONOMI
BANDA ACEH Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Kodam Iskandar Muda, Ali Imran, menegaskan komitmennya membentuk putraputri
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, AM Akbar Supratman, mengapresiasi terpilihnya Sugiono sebagai Ketua
POLITIK
Oleh Raman KrisnaLONJAKAN harga bahan baku plastik di Sumatera Utara hingga puluhan persen bukan lagi sekadar persoalan pasar. Ini adalah p
OPINI
JAKARTA Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan penipuan oleh PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang merugikan hingga Rp2,4 triliun. Pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara terkait anggaran Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) yang menjadi sorotan publik.
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik tak wajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
HUKUM DAN KRIMINAL