BREAKING NEWS
Senin, 30 Maret 2026

44 KK Warga Kolong Tol Angke Resmi Dipindahkan ke Rusun Rawa Buaya, Dapatkan Hunian Layak

BITVonline.com - Sabtu, 30 November 2024 13:35 WIB
44 KK Warga Kolong Tol Angke Resmi Dipindahkan ke Rusun Rawa Buaya, Dapatkan Hunian Layak
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Jakarta – Sebanyak 44 Kepala Keluarga (KK) warga Kolong Tol Angke telah resmi dipindahkan ke hunian yang lebih layak di Rusun Rawa Buaya, Jakarta Barat. Proses pemindahan ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperbaiki kualitas hidup warga yang sebelumnya tinggal di bawah kolong tol, area yang selama ini dikenal dengan kondisi yang kurang memadai. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, atau yang akrab disapa Ara, memberikan apresiasi tinggi terhadap jajaran yang telah bekerja keras untuk merealisasikan pemindahan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ara sempat berbincang dengan beberapa warga yang kini menempati Rusun Rawa Buaya. Salah satunya adalah Yani, seorang ibu yang telah tinggal di bawah kolong tol Angke selama bertahun-tahun. Yani mengungkapkan bahwa anak dan cucunya juga lahir dan besar di area tersebut, sebuah tempat yang selama ini menjadi tempat tinggal yang tidak layak. “Anak ibu lahirnya di kolong juga?” tanya Ara, kepada Yani yang menjawab, “Iya, ini umur sudah 23 tahun dan sekarang dia punya anak. Jadi sudah tiga generasi Pak.”

Yani menyatakan rasa terima kasihnya atas bantuan pemerintah yang telah memindahkan keluarganya ke tempat yang lebih baik. “23 tahun lahir di kolong dan anaknya juga di kolong. Per hari ini tidak di kolong lagi. Ya mudah-mudahan pahala buat bapak menteri semuanya,” ujar Yani dengan penuh rasa syukur.

Senada dengan Yani, warga lain bernama Neti juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa pindah ke Rusun Rawa Buaya. Neti bersama keluarganya telah tinggal di kolong tol selama lebih dari 10 tahun. “Senang sekali bisa pindah. Saya sudah 10 tahun lebih di kolong,” ucap Neti, sembari mengungkapkan rasa harunya atas perubahan tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan semua pihak yang terlibat dalam proyek pemindahan ini. AHY menekankan bahwa hidup di bawah kolong tol bukan hanya merupakan pengalaman tahunan, tetapi telah menjadi kenyataan hidup bagi beberapa generasi. “Untuk pertama kalinya bagi saudara-saudara kita yang bukan hanya tahunan, tapi 3 generasi hidup dengan penuh keterbatasan. Kita yang tidak pernah merasakan hidup di bawah kolong jembatan tentu tidak bisa pura-pura memahami bagaimana situasi ini,” ujar AHY.

Ia menambahkan bahwa meskipun masyarakat yang tinggal di kolong tol terpaksa menghadapi kondisi yang penuh tantangan, mereka terus bertahan. “Pagi, siang, malam dalam rasa cemas, takut, rasa tidak nyaman dengan banyak sekali tantangan secara ekonomi, tapi kalau kita dengarkan testimoni satu per satu, kita mungkin berkaca-kaca mata kita,” lanjut AHY.

Perpindahan warga ini menjadi simbol dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warganya, terutama mereka yang tinggal di lingkungan yang selama ini dianggap tidak layak. Rusun Rawa Buaya yang baru dihuni diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanannya lebih baik bagi para penghuni baru, serta membuka jalan bagi perubahan yang lebih baik dalam kehidupan mereka.

Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperhatikan hak-hak warga miskin kota, khususnya yang tinggal di kawasan kumuh dan marginal, untuk memperoleh hunian yang layak. Rusun Rawa Buaya kini menjadi tempat baru bagi mereka untuk memulai kehidupan yang lebih baik dengan harapan untuk masa depan yang lebih cerah.

(JOHANSIRAIT)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru