BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Sumut Darurat Bencana, 24 Daerah Rawan Banjir, BPBD Catat Korban 15.754 Kepala Keluarga Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Sumut Darurat Bencana, 24 Daerah Rawan Banjir, BPBD Catat Korban 15.754 Kepala Keluarga, https://medan.tribunnews.com/2024/11/28/sumut-darurat-bencana-24-daerah-rawan-banjir-bpbd-catat-korban-15754-kepala-keluarga. Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi

BITVonline.com - Kamis, 28 November 2024 15:43 WIB
Sumut Darurat Bencana, 24 Daerah Rawan Banjir, BPBD Catat Korban 15.754 Kepala Keluarga   Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Sumut Darurat Bencana, 24 Daerah Rawan Banjir, BPBD Catat Korban 15.754 Kepala Keluarga, https://medan.tribunnews.com/2024/11/28/sumut-darurat-bencana-24-daerah-rawan-banjir-bpbd-catat-korban-15754-kepala-keluarga. Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Wamenlu RI) Arrmanatha Nasir menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama dengan negara-negara anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Pertemuan Tingkat Menteri MSG yang berlangsung di Port Vila, Vanuatu, menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk menggarisbawahi perhatian besar pemerintah Indonesia terhadap kawasan Melanesia.

Dalam keterangannya yang diterima oleh Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (28/11/2024), Arrmanatha Nasir menyampaikan bahwa Indonesia siap membantu negara-negara anggota MSG, baik dalam pembangunan, penguatan ketahanan kawasan, maupun meningkatkan hubungan perdagangan antarnegara.

Nasir menegaskan bahwa tujuan utama Indonesia dalam memperkuat kerja sama dengan negara-negara Melanesia adalah untuk membawa manfaat nyata bagi masyarakat, dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan. Dalam hal ini, Indonesia menyoroti tiga prioritas utama yang akan menjadi landasan kerja sama jangka panjang dengan negara-negara MSG.

“Fokus utama kita adalah membawa manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh anggota MSG,” ujar Wamenlu Arrmanatha Nasir. Indonesia, kata Nasir, percaya bahwa kawasan Pasifik memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi wilayah yang lebih sejahtera dan tangguh. Sejalan dengan itu, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penguatan kerja sama dengan negara-negara Melanesia.

Indonesia telah menetapkan tiga prioritas utama dalam kerja sama dengan MSG. Prioritas pertama adalah mendorong kerja sama pembangunan yang berkaitan dengan tantangan global yang dihadapi negara-negara anggota MSG. Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah dampak perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut yang sangat mempengaruhi kawasan ini. Indonesia berkomitmen untuk memberikan bantuan dalam bentuk program pelatihan di sektor perikanan, kesehatan, penegakan hukum, serta kejuruan yang dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat.

Prioritas kedua yang diajukan oleh Indonesia adalah memperkuat ketahanan kawasan. Indonesia mengusulkan sinergi program antara MSG dan Archipelagic and Island States Forum (AIS), dengan fokus pada transisi energi, kesiapsiagaan bencana, dan pengembangan ekonomi biru. Indonesia juga berkomitmen untuk memanfaatkan potensi besar sumber daya laut Pasifik untuk meningkatkan daya saing ekonomi kawasan.

Indonesia juga berperan sebagai jembatan untuk menjaga semangat non-blok di tengah rivalitas geopolitik dunia. Nasir menekankan pentingnya penguatan kerja sama antara Asia Tenggara dan Pasifik, terutama dalam bidang infrastruktur, perubahan iklim, serta pembangunan berkelanjutan. Melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, Indonesia berharap dapat memperluas kerja sama dengan negara-negara Pasifik untuk kepentingan bersama.

Selain menyusun rencana strategis, Indonesia juga menunjukkan komitmennya dengan program-program nyata. Salah satu contohnya adalah keberhasilan kapal rumah sakit Angkatan Laut Indonesia yang baru-baru ini memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 335 warga Vanuatu, serta menyerahkan bantuan obat-obatan dan pelatihan keperawatan kepada pemerintah setempat. Model kerja sama ini akan terus dikembangkan untuk mendukung negara-negara di kawasan Pasifik dalam mengatasi tantangan kesehatan dan pembangunan.

Sebagai negara dengan populasi Melanesia mencapai 11 juta orang, Indonesia telah menjadi anggota asosiasi MSG sejak tahun 2014. Sejak itu, Indonesia aktif berperan dalam berbagai program yang mendukung ekonomi, sosial budaya, serta politik kawasan. Indonesia berharap dapat terus mempererat kerja sama dan memastikan bahwa program-program yang disusun dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Arrmanatha Nasir mengajak seluruh negara anggota MSG untuk bersatu membangun masa depan yang lebih sejahtera dan tangguh. “Bersama, kita dapat membangun masa depan yang lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih sejahtera untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

(JOHANSIRAIT)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru