Kepala BGN: Hasil Investigasi Keracunan MBG Semarang Rampung 5-7 Hari
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi penyebab dugaan keracunan yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Te
KESEHATAN
JAKARTA –PT Waskita Karya Tbk (WSKT), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor konstruksi, mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp 3,6 triliun hingga kuartal III 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan kerugian yang signifikan dibandingkan dengan kerugian bersih Rp 2,83 triliun yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu (year on year).
Direktur Keuangan Waskita Karya, Wiwi Suprihatno, dalam Public Expose yang digelar di Waskita Heritage, Selasa (26/11), menjelaskan bahwa pembengkakan kerugian tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan usaha yang hanya tercatat sebesar Rp 6,78 triliun hingga September 2024, turun dari Rp 7,81 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
“Perusahaan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 3,6 triliun, hal ini masih dipengaruhi oleh tingginya beban keuangan persewaan sampai dengan triwulan III 2024 ini,” ujar Wiwi.
Meskipun beban pokok pendapatan tercatat turun menjadi Rp 5,75 triliun pada kuartal III 2024, beberapa pos beban mengalami kenaikan yang turut memperburuk kinerja keuangan perusahaan. Beban penjualan, misalnya, meningkat dari Rp 80,09 miliar pada kuartal III 2023 menjadi Rp 114,01 miliar pada kuartal III 2024.
Selain itu, Waskita Karya juga mengalami rugi selisih kurs bersih sebesar Rp 1,54 miliar pada akhir September 2024, berbanding terbalik dengan keuntungan selisih kurs bersih Rp 5,32 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban keuangan perusahaan tercatat meningkat menjadi Rp 3,45 triliun pada akhir September 2024, dibandingkan dengan Rp 3,16 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, Waskita Karya mengalami penurunan total aset menjadi Rp 88,67 triliun, dari Rp 95,59 triliun pada 31 Desember 2023. Total liabilitas juga mengalami penurunan menjadi Rp 80,58 triliun pada akhir September 2024, dari Rp 83,99 triliun pada akhir 2023.
Wiwi mengungkapkan bahwa penurunan total aset dan liabilitas tersebut disebabkan oleh adanya divestasi jalan tol, terutama di ruas tol Bogor. Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar Rp 8,09 triliun pada kuartal III 2024, menurun dari Rp 11,60 triliun di akhir tahun 2023.
Kas dan setara kas Waskita pada akhir September 2024 tercatat sebesar Rp 1,36 triliun, mengalami penurunan dibandingkan dengan Rp 1,51 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan kinerja yang tertekan hingga kuartal III 2024, Waskita Karya harus menghadapi tantangan besar dalam pemulihan finansial dan strategi perusahaan ke depannya.
(N/014)
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi penyebab dugaan keracunan yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Te
KESEHATAN
JAKARTA Harga logam mulia berupa emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Pergerakan ini didorong ol
EKONOMI
JAKARTA Tiga tim telah resmi tersingkir dari ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026, terdiri dari dua tim di Grup A dan satu tim di G
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi usai kasus dugaan k
PERISTIWA
MEDAN Seorang pria bernama Fahrul Rozi (39) ditangkap personel Polrestabes Medan usai mencuri laptop milik Dedy David Napitupulu di dalam
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menyampaikan progres pembangunan kawasan Nusantara, khususnya proyek ka
EKONOMI
SUMENEP Kepanikan melanda ratusan penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 saat api membakar kapal di perairan utara Pulau Sapudi, Sumenep. Dalam k
PERISTIWA
JAKARTA Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa 2 rute SurabayaMakassar dilaporkan terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur. Para penumpang tamp
PERISTIWA
ACEH BESAR Keindahan Pantai Babah Kuala Mon Ikeun di Aceh Besar berhasil memikat hati para wisatawan yang berkunjung. Deburan ombak yang b
PARIWISATA
JAKARTA Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan ilustrasi untuk menyalurkan 997,2 ribu ton bantuan pangan beras tahap kedua bagi 33,24
EKONOMI