Cuma 2 dari 34 Kanwil Capai Target di 2025, Purbaya Yakin Tahun Ini Jauh Lebih Baik
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi usai kasus dugaan keracunan yang menimpa 707 orang siswa dan guru di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah. Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya juga telah melayangkan surat peringatan imbas kasus tersebut.
"Jadi, dapurnya di-suspend (sambil) menunggu (hasil) investigasi. Jadi, kemudian SPPG-nya juga kita beri surat peringatan. Jadi di-suspend ini kan ada mitra, ada yayasan, ada SPPG, ada yang di situ kita beri sanksi termasuk Korcam dan ke atas ini kami beri peringatan," kata Sudaryono, Minggu (2/8/2026).
Sudaryono mengungkapkan, hasil investigasi kasus dugaan keracunan tersebut kemungkinan baru akan keluar sekitar 5-7 hari ke depan. Berdasarkan hasil investigasi awal, BGN menduga insiden ini dipicu oleh beberapa bahan makanan, di antaranya daun singkong hingga bumbu rendang, serta waktu memasak yang terlalu dini sebelum makanan didistribusikan.Baca Juga:
"Sejauh ini investigasi yang kami terima adalah ada beberapa bahan, ya ada daun singkong, ada bumbu rendang dan lain-lain, kita lagi cek minta dari Dinas Kesehatan untuk dicek lab-nya. Kita butuh waktu paling tidak ya 7 hari, 5 hari kerja," ucap dia.
Kesimpulan itu didapat setelah sejumlah sekolah lain yang mendapat menu dari SPPG yang sama ternyata tidak mengalami dugaan keracunan. Bedanya, menu untuk sekolah lain didistribusikan lebih pagi.
"Jadi, dari mulai jam 9 (malam) sudah mulai masak. Itu kemudian diberikan sekitar jam 9 atau jam 10 (pagi). Jadi ini cukup lama, karena yang dikasih makan bukan hanya SMK Negeri 6 tapi juga beberapa sekolah yang lain. Nah, sekolah yang lain itu dikasikannya lebih pagi. Jadi, kondisi makanannya masih fresh, masih baik," beber dia.
Sudaryono telah menyambangi langsung para korban di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, yakni RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum, pada Sabtu (1/8/2026). Sejauh ini, kondisi 13 orang yang sempat dilarikan ke rumah sakit dari total 707 korban dilaporkan sudah membaik.
"Ada sekitar 700-an sekian, kemudian sebagian itu kemudian ada yang mual, ada yang buang air dan seterusnya. Dari sekitar 700-an itu yang dirawat, yang dirawat 13. Ada yang di rumah sakit, ada yang di puskesmas. Alhamdulillah tadi sudah kita tengok kondisinya sudah baik," ujar Sudaryono.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru, diduga keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 6 Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7/2026). Dari jumlah tersebut, 698 orang mendapatkan penanganan langsung di lokasi, sedangkan 9 orang dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu untuk menjalani observasi lebih lanjut.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, bahan baku untuk menu MBG diterima secara bertahap pada Rabu (29/7/2026), terdiri dari bumbu, buah, daging ayam, tahu, dan sayuran. Pengiriman bahan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga 17.30 WIB. Setelah diterima, bahan disimpan di gudang basah dan lemari pembeku.
Proses persiapan makanan dimulai pukul 18.55 WIB, meliputi pencucian bahan, pengukusan tahu, serta marinasi ayam selama satu jam. Ayam kemudian digoreng hingga prosesnya selesai sekitar pukul 23.50 WIB. Proses memasak dilanjutkan pada Kamis (30/7/2026) mulai pukul 00.30 WIB, meliputi pemasakan bumbu rendang, tahu, dan sayuran, sebelum seluruh menu menjalani pengujian oleh ahli gizi. Uji organoleptik dan pengukuran gramasi dilakukan sekitar pukul 04.00 WIB.
Setelah dinilai, makanan dikemas dan dikirim menuju sekolah dalam dua tahap. Distribusi pertama dilakukan pukul 06.00 WIB, sedangkan tahap kedua berlangsung sekitar pukul 08.10 WIB. SPPG Karangturi baru menerima laporan mengenai munculnya keluhan kesehatan dari pihak sekolah pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 09.40 WIB. Para siswa dilaporkan mengalami gangguan pencernaan berupa mual, muntah, dan diare.* (k/dh)
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi penyebab dugaan keracunan yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Te
KESEHATAN
JAKARTA Harga logam mulia berupa emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Pergerakan ini didorong ol
EKONOMI
JAKARTA Tiga tim telah resmi tersingkir dari ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026, terdiri dari dua tim di Grup A dan satu tim di G
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi usai kasus dugaan k
PERISTIWA
MEDAN Seorang pria bernama Fahrul Rozi (39) ditangkap personel Polrestabes Medan usai mencuri laptop milik Dedy David Napitupulu di dalam
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menyampaikan progres pembangunan kawasan Nusantara, khususnya proyek ka
EKONOMI
SUMENEP Kepanikan melanda ratusan penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 saat api membakar kapal di perairan utara Pulau Sapudi, Sumenep. Dalam k
PERISTIWA
JAKARTA Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa 2 rute SurabayaMakassar dilaporkan terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur. Para penumpang tamp
PERISTIWA
ACEH BESAR Keindahan Pantai Babah Kuala Mon Ikeun di Aceh Besar berhasil memikat hati para wisatawan yang berkunjung. Deburan ombak yang b
PARIWISATA