Gagal Kendalikan Motor Saat Uji Top Speed di Tikungan, Pemuda Banda Aceh Tewas Terjun ke Sungai
BANDA ACEH Seorang pemuda bernama Husaini (26) meninggal dunia setelah sepeda motor Suzuki Satria yang dikendarainya terjun ke sungai di
PERISTIWA
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi usai kasus dugaan keracunan yang menimpa 707 orang siswa dan guru di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah. Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya juga telah melayangkan surat peringatan imbas kasus tersebut.
"Jadi, dapurnya di-suspend (sambil) menunggu (hasil) investigasi. Jadi, kemudian SPPG-nya juga kita beri surat peringatan. Jadi di-suspend ini kan ada mitra, ada yayasan, ada SPPG, ada yang di situ kita beri sanksi termasuk Korcam dan ke atas ini kami beri peringatan," kata Sudaryono, Minggu (2/8/2026).
Sudaryono mengungkapkan, hasil investigasi kasus dugaan keracunan tersebut kemungkinan baru akan keluar sekitar 5-7 hari ke depan. Berdasarkan hasil investigasi awal, BGN menduga insiden ini dipicu oleh beberapa bahan makanan, di antaranya daun singkong hingga bumbu rendang, serta waktu memasak yang terlalu dini sebelum makanan didistribusikan.Baca Juga:
"Sejauh ini investigasi yang kami terima adalah ada beberapa bahan, ya ada daun singkong, ada bumbu rendang dan lain-lain, kita lagi cek minta dari Dinas Kesehatan untuk dicek lab-nya. Kita butuh waktu paling tidak ya 7 hari, 5 hari kerja," ucap dia.
Kesimpulan itu didapat setelah sejumlah sekolah lain yang mendapat menu dari SPPG yang sama ternyata tidak mengalami dugaan keracunan. Bedanya, menu untuk sekolah lain didistribusikan lebih pagi.
"Jadi, dari mulai jam 9 (malam) sudah mulai masak. Itu kemudian diberikan sekitar jam 9 atau jam 10 (pagi). Jadi ini cukup lama, karena yang dikasih makan bukan hanya SMK Negeri 6 tapi juga beberapa sekolah yang lain. Nah, sekolah yang lain itu dikasikannya lebih pagi. Jadi, kondisi makanannya masih fresh, masih baik," beber dia.
Sudaryono telah menyambangi langsung para korban di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, yakni RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum, pada Sabtu (1/8/2026). Sejauh ini, kondisi 13 orang yang sempat dilarikan ke rumah sakit dari total 707 korban dilaporkan sudah membaik.
"Ada sekitar 700-an sekian, kemudian sebagian itu kemudian ada yang mual, ada yang buang air dan seterusnya. Dari sekitar 700-an itu yang dirawat, yang dirawat 13. Ada yang di rumah sakit, ada yang di puskesmas. Alhamdulillah tadi sudah kita tengok kondisinya sudah baik," ujar Sudaryono.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru, diduga keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 6 Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7/2026). Dari jumlah tersebut, 698 orang mendapatkan penanganan langsung di lokasi, sedangkan 9 orang dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu untuk menjalani observasi lebih lanjut.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, bahan baku untuk menu MBG diterima secara bertahap pada Rabu (29/7/2026), terdiri dari bumbu, buah, daging ayam, tahu, dan sayuran. Pengiriman bahan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga 17.30 WIB. Setelah diterima, bahan disimpan di gudang basah dan lemari pembeku.
Proses persiapan makanan dimulai pukul 18.55 WIB, meliputi pencucian bahan, pengukusan tahu, serta marinasi ayam selama satu jam. Ayam kemudian digoreng hingga prosesnya selesai sekitar pukul 23.50 WIB. Proses memasak dilanjutkan pada Kamis (30/7/2026) mulai pukul 00.30 WIB, meliputi pemasakan bumbu rendang, tahu, dan sayuran, sebelum seluruh menu menjalani pengujian oleh ahli gizi. Uji organoleptik dan pengukuran gramasi dilakukan sekitar pukul 04.00 WIB.
Setelah dinilai, makanan dikemas dan dikirim menuju sekolah dalam dua tahap. Distribusi pertama dilakukan pukul 06.00 WIB, sedangkan tahap kedua berlangsung sekitar pukul 08.10 WIB. SPPG Karangturi baru menerima laporan mengenai munculnya keluhan kesehatan dari pihak sekolah pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 09.40 WIB. Para siswa dilaporkan mengalami gangguan pencernaan berupa mual, muntah, dan diare.* (k/dh)
BANDA ACEH Seorang pemuda bernama Husaini (26) meninggal dunia setelah sepeda motor Suzuki Satria yang dikendarainya terjun ke sungai di
PERISTIWA
JAKARTA Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu I yang hilang di perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah
PERISTIWA
KENDAL, Pemerhati ketenagakerjaan Dani Satria mengusulkan agar keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri dipertimbangkan dalam pembahasan at
NASIONAL
JAKARTA, Meta mulai memperluas pembatasan jumlah postingan berisi tautan atau link yang dapat dibuat secara gratis oleh sejumlah pengelo
SAINS DAN TEKNOLOGI
TAPANULI SELATAN, Sedikitnya 185 hektare areal persawahan di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terdampak
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Hal itu disampaikan Pra
POLITIK
JAKARTA, Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti kasus dugaan suap pengurusa
HUKUM DAN KRIMINAL
TOBA, Dua mahasiswi, Ruth Aprina (18) dan Lia Franika Sitorus (26), tewas dalam kecelakaan yang melibatkan dua mobil di Desa Gasaribu, K
PERISTIWA
MEDAN Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara mulai membaik setelah sebelumnya sempat terdampak paparan kabut asap. Pada Sabtu (
KESEHATAN
PEMATANGSIANTAR Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematangsiantar memperketat pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP
KESEHATAN