JAKARTA — Surah Al Kahfi sejak lama menjadi salah satu amalan yang populer dikerjakan umat Islam menjelang malam Jumat.
Surah ke-18 dalam Al-Qur'an ini terdiri dari 110 ayat dan tergolong sebagai surah Makkiyah.
Di dalamnya termuat sejumlah kisah penting, salah satunya kisah para pemuda beriman yang tertidur di dalam gua selama ratusan tahun.
Tradisi membaca Surah Al Kahfi pada malam Jumat bukan tanpa dasar. Sebuah hadis riwayat Ad-Darimi menyebutkan bahwa siapa saja yang membaca surah ini pada malam Jumat akan disinari cahaya antara dirinya dan Kakbah.
Hadis serupa juga ditemukan dalam riwayat an-Nasa'i, Baihaqi, dan Hakim, yang menegaskan keutamaan membaca Al Kahfi pada hari Jumat.
Menurut sejumlah ulama, waktu pelaksanaannya berlangsung selama 24 jam penuh, dimulai sejak matahari terbenam pada hari Kamis hingga terbenam kembali pada Jumat.
Hal ini menguatkan bahwa amalan tersebut dapat dilakukan kapan saja dalam rentang malam Jumat hingga berakhirnya hari Jumat.
Selain menjadi amalan sunnah mingguan, Al Kahfi juga memiliki sejumlah keutamaan lain yang banyak dikutip dalam literatur keislaman.
Salah satunya adalah perlindungan dari fitnah Dajjal.
Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Hibban, disebutkan bahwa siapa yang membaca sepuluh ayat pertama Al Kahfi akan dilindungi dari fitnah tersebut.
Surah ini juga berfungsi sebagai pengingat Hari Kiamat.
Ayat 47 Al Kahfi menggambarkan peristiwa ketika gunung-gunung dihancurkan dan seluruh manusia dikumpulkan tanpa terkecuali.