Pasar Modal Indonesia “Sakit”, Universitas Paramadina Sebut Reformasi Tata Kelola Jadi Harga Mati
JAKARTA Pasar modal Indonesia tengah menghadapi tekanan serius akibat arus keluar modal asing dan tantangan kredibilitas tata kelola. Ha
EKONOMI
JAKARTA -Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan bahwa industri ritel akan terdampak langsung oleh kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang direncanakan pemerintah menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025. Ketua Umum Aprindo, Roy Nicholas Mandey, mengatakan bahwa dampak dari kenaikan PPN ini akan meningkatkan harga produk ritel, seperti makanan dan pakaian, di kisaran 5-10 persen.
“Ya pasti kita ikut terdampak. Ketika PPN naik 1 persen nanti harga produk-produk di ritel, seperti makanan dan pakaian, akan naik 5-10 persen, karena ada dampak pada biaya transportasi, logistik, dan distribusi,” ujar Roy kepada kumparan pada Jumat (15/11/2024).
Roy menjelaskan bahwa kenaikan biaya transportasi dan distribusi ini secara otomatis akan memengaruhi harga barang di pasar, yang pada gilirannya akan berpotensi menurunkan daya beli masyarakat. “Ketika harga naik, daya beli masyarakat pasti menurun. Ini yang perlu diperhatikan, karena konsumsi rumah tangga saat ini sedang melemah,” tambahnya.
Menurut Roy, industri ritel di Pulau Jawa saat ini dalam posisi negatif dengan pertumbuhan konsumsi yang sedang lesu. Meski ada pertumbuhan di luar Pulau Jawa, kondisi ini masih belum dapat mengimbangi dampak dari kenaikan PPN di wilayah lainnya.
Aprindo juga menyampaikan keberatannya terkait rencana pemerintah untuk menaikkan PPN menjadi 12 persen. Roy menilai meski angka kenaikan terlihat kecil, namun efeknya cukup besar, terutama dengan peningkatan biaya transportasi dan harga bahan bakar seperti solar. “Memang pemerintah membutuhkan dana, tetapi jangan memalak dengan 1 persen PPN yang kenaikan ini bisa menambah biaya operasional, terutama biaya transportasi dan bahan bakar,” katanya.
Sebagai upaya untuk mengurangi dampak negatif bagi konsumen, Aprindo berencana untuk bekerja sama dengan produsen dalam merancang produk dengan kuantitas yang lebih kecil. Misalnya, produk dengan berat 100 gram akan dikurangi menjadi 50 gram, atau kemasan 1 kilogram akan diperkecil menjadi 500 gram, agar harga tetap terjangkau oleh masyarakat.
“Kami akan melakukan penyesuaian produk, seperti menurunkan kuantitas barang atau mengecilkan kemasan, supaya harga tetap terjangkau. Ini adalah salah satu strategi agar produk ritel tetap dapat dinikmati oleh masyarakat dengan daya beli yang terbatas,” jelas Roy.
Kenaikan PPN menjadi salah satu isu besar yang tengah dibahas menjelang akhir tahun 2024, dengan banyak sektor yang mengkhawatirkan dampaknya terhadap perekonomian domestik, khususnya daya beli masyarakat dan stabilitas industri ritel di Indonesia.
(N/014)
JAKARTA Pasar modal Indonesia tengah menghadapi tekanan serius akibat arus keluar modal asing dan tantangan kredibilitas tata kelola. Ha
EKONOMI
NUNUKAN Kecelakaan fatal terjadi di wilayah perbatasan Kalimantan Utara setelah sebuah pesawat Pelita Air jenis Air Tractor AT802 jatuh
PERISTIWA
BADUNG Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, yang ditetapkan oleh Kementerian Agama RI melalui sidang isbat pada Kamis (19/2/2026), disambut
NASIONAL
TAPANULI SELATAN Suasana berbeda terasa di penampungan hunian sementara (huntara) Lapangan Sarasi, Marpinggan, pada hari pertama bulan s
NASIONAL
JAKARTA Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap Eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, telah selesai digelar, Kamis (19
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) berinisial ED dikabarkan ditahan oleh Polre
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumut terus menggenjot program magang ker
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengikuti secara daring Entry Meeting Serentak Pemeriksaan Interim Laporan Keuangan Pem
PEMERINTAHAN
BALI Jagat media sosial kembali diramaikan oleh narasi yang beredar dari akun Facebook atas nama Putu Artha. Beberapa unggahannya soal d
POLITIK
BINJAI Dalam rangka memperingati Milad ke79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), HMI Cabang Binjai menggelar kegiatan tasyakuran yang dirang
NASIONAL