Makna Spiritual Idul Fitri: Jangan Hanya Pakaian Baru dan Hidangan, Lakukan Muhasabah
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
MEDAN – Surga dan neraka adalah hak prerogatif Allah SWT yang tidak dapat diintervensi oleh siapapun.
Meski seringkali umat Islam menilai seseorang berdasarkan amal dan perilakunya, kenyataannya keputusan akhir berada di tangan Sang Pencipta.
Fenomena ini sejalan dengan kisah klasik yang tercatat dalam hadits shahih, di mana seorang ahli ibadah justru masuk neraka, sedangkan pelaku maksiat diberikan surga berkat ketulusan taubatnya.Baca Juga:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa pada zaman Bani Israil, hidup dua orang laki-laki berbeda karakter.
Satu rajin beribadah, satu lagi pelaku dosa.
Setiap kali pelaku dosa disarankan untuk berhenti, ia menjawab, "Terserah Allah akan memperlakukan aku bagaimana. Memangnya engkau diutus Allah untuk mengawasi aku?"
Ahli ibadah itu kemudian menegaskan, "Demi Allah, dosamu tidak akan diampuni atau kamu tidak mungkin masuk surga."
Namun, ketika keduanya meninggal dan dibawa ke hadapan Allah SWT, terjadilah kejutan:
Allah SWT berfirman kepada ahli ibadah, "Apakah kamu lebih mengetahui daripada Aku? Atau dapatkah kamu merubah apa yang telah berada dalam kekuasaan-Ku?"
Sedangkan kepada pelaku maksiat, Allah berfirman, "Masuklah kamu ke dalam surga berkat Rahmat-Ku."
Sementara ahli ibadah itu dikatakan, "Masukkan orang ini ke neraka." (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Kisah ini menegaskan bahwa penilaian manusia terhadap amal orang lain tidak pernah dapat menggantikan keputusan Allah SWT.
Rahmat dan keadilan-Nya melampaui pemahaman manusia, sehingga tidak ada yang bisa memastikan siapa yang akan masuk surga atau neraka.
Dalam Al-Qur'an Surah Al-An'am ayat 128, Allah SWT berfirman:
"Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui."
Fenomena ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menekankan introspeksi diri, memperbanyak amal baik, dan selalu bergantung pada rahmat Allah SWT, bukan menilai akhir hidup orang lain.*
(ad)
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
BANDA ACEH Ribuan warga Banda Aceh dan sekitarnya memadati jalanjalan protokol kota untuk mengikuti Pawai Takbir Idul Fitri 1447 Hijria
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan masyarakat Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, memad
NASIONAL
MEDAN Memasuki hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/03/2026), Plaza Medan Fair dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan wak
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga di Masjid Darussalam, Desa Simpang Empat
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, telah mencapai
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 21 Maret 2026. Kehadiran Pr
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan warga memadati Masjid Agung Al Abror, Padangsidimpuan, Sumatera Utara, untuk melaksanakan Salat Idul Fitri, Sabtu
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau dikenal Mualem, membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga melalui timnya di Meuligo
NASIONAL
ACEH TAMIANG Menutup bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, bersama Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavi
PEMERINTAHAN