Pernyataan ini disampaikan saat ia ditemui di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
"Nanti sidang isbat. Kalau soal awal puasa, kita membiasakan diri pakai sidang isbat," ujar Syafii, menegaskan prosedur resmi pemerintah dalam menentukan 1 Ramadan.
Syafii berharap penetapan pemerintah dapat sejalan dengan keputusan Muhammadiyah, yang sebelumnya menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Menurutnya, keseragaman penetapan sangat penting untuk memudahkan umat Islam menjalankan ibadah puasa secara tertib dan kompak.
"Mudah-mudahan bisa sama seperti tahun sebelumnya," katanya.
Maklumat tersebut tercantum dalam Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, yang menjadi acuan resmi Muhammadiyah dalam menentukan awal Ramadan.
Hingga berita ini diturunkan, jadwal resmi sidang isbat pemerintah belum diumumkan.
Wamenag menekankan, sidang isbat akan menjadi acuan final bagi seluruh umat Islam di Indonesia, sambil tetap menghormati keputusan ormas-ormas Islam lainnya.
Keselarasan antara pemerintah dan Muhammadiyah diharapkan dapat menjaga kekompakan umat dan meminimalkan perbedaan persepsi terkait awal puasa, yang kerap menjadi perhatian publik setiap tahun.*
(d/dh)
Editor
:
Wamenag Harap 1 Ramadan 2026 Sejalan dengan Muhammadiyah, Sidang Isbat Menjadi Acuan Final