BREAKING NEWS
Selasa, 18 Agustus 2026

'Indonesia Gelap Jilid 2'? BEM UI Demo di HI Bawa 8 Tuntutan Sehari Usai HUT RI

Nurul - Selasa, 18 Agustus 2026 10:42 WIB
'Indonesia Gelap Jilid 2'? BEM UI Demo di HI Bawa 8 Tuntutan Sehari Usai HUT RI
Aksi Demo Mahasiswa. (Foto: Okezone)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa delapan tuntutan yang menyoroti persoalan ekonomi, korupsi, reforma agraria hingga keterlibatan aparat dalam ruang sipil.

Ketua BEM UI Yatalathof Imawan mengatakan massa mahasiswa berangkat dari kampus UI, Depok, sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka dijadwalkan tiba di kawasan Bundaran HI sekitar pukul 13.00 WIB.

"Jam 11 (berangkat) dari UI (Depok). Jam 1 di HI," ujar Yatalathof saat dikonfirmasi, Senin (17/8/2026).

Baca Juga:

Delapan tuntutan yang dibawa BEM UI dalam aksi tersebut adalah:

- Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
- Menghentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
- Mewujudkan reforma agraria sejati.
- Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
- Mengevaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
- Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.
- Menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
- Menghentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan YON TP.

Aksi tersebut digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Yatalathof mengatakan demonstrasi menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mempertanyakan kondisi kemerdekaan yang dirasakan masyarakat saat ini.

"Hari ini, sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan? Kemerdekaan yang diperjuangkan pendiri bangsa 81 tahun lalu?" tutur Yatalathof.

Menurut Yatalathof, kemerdekaan yang diperjuangkan para pendiri bangsa seharusnya ditujukan untuk seluruh rakyat, bukan hanya kepentingan kelompok tertentu. Ia menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang menunjukkan belum terwujudnya kedaulatan rakyat.

Beberapa persoalan yang disoroti antara lain perjanjian dagang dengan negara lain yang dinilai menguntungkan pihak asing, pembungkaman suara rakyat, persoalan penegakan hukum, minimnya lapangan kerja, serta akses pendidikan dan kesehatan gratis yang dinilai masih sebatas janji.

"Ini bukan sekadar krisis ekonomi. Ini krisis kedaulatan," ucapnya.

BEM UI menyatakan aksi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah sekaligus menyuarakan persoalan yang dinilai masih dihadapi masyarakat.* (k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Isu Demo Besar Sepanjang Agustus, Istana: Everything Is Okay
Isu Demo Besar Agustus 2026 Berseliweran di Medsos, Polda Metro Jaya Buka Suara
Video Demo Lama Diedit Ulang, Menkomdigi Ungkap Modus Hoaks Jelang HUT RI
Said Iqbal Klaim Tak Ada Demo Buruh Agustus-September, KBPBI Bantah: Tak Ada Penasihat Presiden yang Bisa Atur Koalisi Kami
Zulhas Janjikan Solusi 13.000 Dapur MBG, Mitra Diminta Tak Demo Lagi
Prabowo Minta Polri Jaga Demokrasi: Lindungi Hak Demonstrasi, Tapi Hukum Harus Tetap Tegak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru