Jelang HUT RI, Stafsus Menhan Lenis Kogoya Desak TPNPB-OPM Hentikan Kekerasan dan Tinggalkan Wamena
JAKARTA Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara, Lenis Kogoya, meminta kelompok yang disebutnya sebagai TPNPBOPM menghe
NASIONAL
MEDAN - Kasus kematian Arbi Syahputra, pemuda 19 tahun yang tewas tertembak di kawasan Jalan Willem Iskandar dekat Kampus UNIMED Medan pada 26 Maret 2002, kembali mencuat. Setelah 24 tahun berlalu, orang tua Arbi, Musyawab dan Surjana, berharap kasus tersebut kembali diusut untuk mengungkap fakta di balik kematian putra mereka.
Musyawab mengaku masih mempertanyakan kematian Arbi yang saat itu disebut terlibat dalam dugaan perampokan. Menurutnya, putranya merupakan penderita epilepsi sejak usia satu tahun dan hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat SMP.
Keluarga berharap Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap kasus tersebut dan mendorong aparat penegak hukum mengungkapnya secara transparan.Baca Juga:
Harapan itu kembali disampaikan setelah Musyawab bertemu advokat Ir Pahala Sitorus SH MH di Medan, Senin (10/8/2026). Pahala menyatakan siap membantu mengupayakan pengungkapan kembali perkara yang menurutnya masih menyisakan pertanyaan bagi keluarga korban.
"Dan hari ini (Senin 10/8) Tuhan mempertemukan saya dengan Pak Musyawab. Kami menerima pengaduannya dan akan berikhtiar sekuat tenaga untuk mengungkap misteri kematian Arbi Syahputra," kata Pahala.
Pahala menilai perkara tersebut berkaitan dengan persoalan hak asasi manusia. Dia berharap Presiden Prabowo memberikan perhatian dan mendorong Kapolri, Kapolda Sumatera Utara, serta Kapolrestabes Medan untuk menelaah kembali perkara tersebut sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
"Kami berharap kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan atensi dan memerintahkan Kapolri, Kapoldasu serta Kapolrestabes Medan membuka kembali kasus ini secara terang benderang," ujarnya.
Pernah Dilaporkan ke Bareskrim
Pahala mengatakan kasus kematian Arbi sebelumnya pernah dilaporkan ke Bareskrim Polri. Musyawab, dengan pendampingan KontraS dan LBH Medan, disebut membuat pengaduan ke Bareskrim pada 22 Agustus 2005.
Saat itu, laporan tersebut disebut diterima Brigjen Pol Sutadi, yang kemudian meminta Polda Sumatera Utara mengusut kasus tersebut. Musyawab mengaku sempat diperiksa dan bertemu sejumlah penyidik dari Bareskrim yang turun ke Medan.
Namun, menurut Musyawab, proses tersebut tidak memberikan hasil yang menurut keluarga mampu menjawab seluruh pertanyaan mengenai kematian putranya.
Musyawab juga mengaku pernah dipertemukan dengan Kasat Reskrim Polrestabes Medan saat itu, AKP Maruli Siahaan, ketika pemeriksaan berlangsung di Bareskrim.
JAKARTA Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara, Lenis Kogoya, meminta kelompok yang disebutnya sebagai TPNPBOPM menghe
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meraih penghargaan LPM Award 2026 atas dukungannya terhadap pemberdayaan masyarakat desa
NASIONAL
NAGAN RAYA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong Pemerintah Kabupaten Nagan
NASIONAL
PADANG PARIAMAN Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong penanganan segera sej
NASIONAL
BALIKPAPAN TNI Angkatan Laut (TNI AL) memperkuat koordinasi pengamanan fasilitas minyak dan gas bumi (migas) lepas pantai Bekapai yang d
NASIONAL
JAKARTA Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin memberikan mandat berat kepada 34 pejabat baru di lingkungan Kejaksaan Agung. Mere
NASIONAL
MEDAN Ikatan Sarjana Al Washliyah Sumatera Utara (ISARAH Sumut) membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat dalam rangka menyemarakka
NASIONAL
MEDAN Perum BULOG Kanwil Sumatera Utara terus memperkuat penyaluran komoditas pangan melalui berbagai program pemerintah. Penyaluran dilak
EKONOMI
MEDAN Kasus kematian Arbi Syahputra, pemuda 19 tahun yang tewas tertembak di kawasan Jalan Willem Iskandar dekat Kampus UNIMED Medan pada
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal
PEMERINTAHAN