BREAKING NEWS
Selasa, 03 Februari 2026

Syaban, Bulan yang Sering Terlupa di Antara Rajab dan Ramadan

Adelia Syafitri - Sabtu, 31 Januari 2026 11:20 WIB
Syaban, Bulan yang Sering Terlupa di Antara Rajab dan Ramadan
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Bulan Syaban kerap disebut sebagai bulan yang "terjepit".

Letaknya yang berada di antara dua bulan mulia, Rajab dan Ramadan, membuatnya sering luput dari perhatian umat Islam.

Padahal, dalam sejarah Islam, Syaban menyimpan sejumlah peristiwa penting yang menjadi tonggak syariat.

Baca Juga:

Di bulan Rajab, umat Islam disibukkan dengan peringatan Isra Mikraj dan ibadah sunnah.

Sementara Ramadan menjadi puncak semangat ibadah. Adapun Syaban, meski tidak kalah mulia, justru sering dilupakan.

Hal ini sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Abu Dawud dan An-Nasa'i.

Nabi menyebut Syaban sebagai bulan yang kerap diabaikan manusia, bukan karena tidak memiliki keutamaan, melainkan karena kelalaian umat dalam memaknainya.

Berbeda dengan kebanyakan orang, para salafus saleh justru memberi perhatian khusus pada Syaban.

Bulan ini dijadikan sebagai fase persiapan spiritual sebelum memasuki Ramadan.

Merujuk berbagai literatur klasik Islam, setidaknya terdapat tiga peristiwa besar yang menegaskan kemuliaan Syaban.

Turunnya Perintah Bersholawat

Mayoritas ulama tafsir menyebutkan bahwa perintah bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana tercantum dalam Surat Al-Ahzab ayat 56, diturunkan pada bulan Syaban.

Ibnu Katsir menjelaskan, sholawat Allah bermakna pujian, sholawat malaikat bermakna doa, dan sholawat manusia bermakna permohonan keberkahan.

Karena itu, Syekh Abdul Qadir al-Jailani menganjurkan umat Islam memperbanyak sholawat di bulan Syaban sebagai sarana membersihkan hati dan jiwa.

Penetapan Kewajiban Puasa Ramadan

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmû' Syarah Al-Muhadzdzab mencatat bahwa kewajiban puasa Ramadan diturunkan pada bulan Syaban tahun ke-2 Hijriah.

Peristiwa ini menandai awal diberlakukannya salah satu rukun Islam yang paling utama.

Dengan demikian, Syaban menjadi bulan pengantar lahirnya kemuliaan Ramadan.

Peralihan Arah Kiblat

Peristiwa penting lainnya adalah peralihan arah kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram. Perintah ini termaktub dalam Surat Al-Baqarah ayat 144.

Al-Qurthubi dalam Al-Jami' li Ahkâmil Qur'an mengutip pendapat Abu Hatim Al-Basti yang menyebut peristiwa tersebut terjadi pada malam Selasa di bulan Syaban, bertepatan dengan Nisfu Syaban.


Peralihan kiblat ini menegaskan esensi tauhid: umat Islam menyembah Allah SWT, bukan arah atau bangunan tertentu.

Tiga peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Syaban bukan sekadar bulan peralihan, melainkan bulan sarat nilai sejarah dan spiritual.

Karena itu, umat Islam dianjurkan mengisinya dengan peningkatan kualitas ibadah, memperbanyak sholawat, serta mempersiapkan diri secara fisik dan batin menyambut Ramadan.*


(d/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gubernur Sumut Bobby Nasution Tekankan Pelayanan Optimal untuk Jemaah Haji 2026: Utamakan Pelayanan, Bukan Dilayani
Bupati Batu Bara Hadiri Dzikir dan Doa Bersama serta Serahkan Santunan kepada 100 Anak Yatim di Desa Kwala Gunung
Perbedaan Pandangan PBNU dan MUI soal Dewan Perdamaian Gaza: Dukungan Strategis Indonesia vs Kritik Neokolonialisme
Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Bobby Nasution Pastikan Stok Pangan Sumut Aman dan Surplus Semua Komoditas Pokok
Kapan 1 Ramadhan 2026? Ini Prediksi Kalender Hijriah dan Penjelasan Pemerintah soal Sidang Isbat
Ustaz Alfin Nur Kutip Kisah Nabi Yunus, Umat Islam Diajak Perbanyak Tasbih Hadapi Ujian Hidup
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru