Rasulullah SAW kerap memperbanyak puasa di bulan ini, sebagaimana diriwayatkan Aisyah radhiallahu anha.
Salah satu alasannya, menurut Imam An-Nasa'i, adalah karena amal-amal manusia diangkat ke hadapan Allah SWT pada bulan ini, sehingga puasa menjadi penyempurna amal.
Puasa Ayyamul Bidh dilakukan tiga hari berturut-turut:
- 1 Februari 2026 (13 Sya'ban) – hari pertama - 2 Februari 2026 (14 Sya'ban) – hari kedua - 3 Februari 2026 (15 Sya'ban/Nisfu Sya'ban) – hari ketiga
Keutamaan puasa ini tercantum dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim, yang menyebutkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan pahalanya setara dengan puasa sepanjang tahun.
Melaksanakan puasa Ayyamul Bidh di bulan Sya'ban, maka pahalanya berlipat karena digabung dengan pahala puasa sunnah Sya'ban.
Niat Puasa Ayyamul Bidh Sya'ban:
Nawaitu shauma ayyāmil bīḍi syahri Sya'bāna sunnatan lillāhi ta'ālā Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh di bulan Sya'ban, sunnah karena Allah Ta'ala."
Dengan niat ini, seorang muslim mendapatkan dua pahala sekaligus: pahala puasa Ayyamul Bidh dan pahala puasa sunnah Sya'ban.
Puasa Ayyamul Bidh diyakini sebagai langkah awal menyongsong Ramadan dengan hati yang lebih bersih dan iman yang lebih kuat.
Umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, berdoa, dan memanfaatkan kesempatan emas ini untuk meningkatkan kualitas ibadah sebelum bulan Ramadan tiba.*