BREAKING NEWS
Minggu, 17 Mei 2026

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Mulai 1 Februari 2026, Simak Daftar Lengkap BBM Nonsubsidi di Seluruh Indonesia

- Sabtu, 31 Januari 2026 22:25 WIB
Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Mulai 1 Februari 2026, Simak Daftar Lengkap BBM Nonsubsidi di Seluruh Indonesia
ilustrasi. (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA PT Pertamina (Persero) telah mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Februari 2026.

Dalam kebijakan terbaru ini, seluruh jenis BBM nonsubsidi mengalami penurunan harga.

Namun, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap tidak mengalami perubahan.

Baca Juga:

Mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245 Tahun 2022, yang mengatur evaluasi harga BBM secara berkala, harga BBM nonsubsidi untuk wilayah Jabodetabek, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mengalami penurunan sebagai berikut:

- Pertamax (RON 92): Rp 11.800 (sebelumnya Rp 12.350)
- Pertamax Green 95: Rp 12.450 (sebelumnya Rp 13.150)
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp 12.700 (sebelumnya Rp 13.400)
- Dexlite (CN 51): Rp 13.250 (sebelumnya Rp 13.500)
- Pertamina Dex (CN 53): Rp 13.500 (sebelumnya Rp 13.600)

Untuk wilayah lain di Indonesia, harga BBM nonsubsidi yang baru juga telah diumumkan oleh Pertamina, dengan penyesuaian harga di beberapa wilayah sebagai berikut:

- Sumatera: Harga Pertamax di Aceh dan Sumatera Utara kini mencapai Rp 12.100, sementara Pertamax Turbo di wilayah yang sama dipatok Rp 13.000.
- Jawa & Bali: Harga Pertamax di wilayah DKI Jakarta dan Banten turun menjadi Rp 11.800, sementara Pertamax Turbo dihargai Rp 12.700.
- Kalimantan: Untuk Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, harga Pertamax kini menjadi Rp 12.100, sedangkan Pertamina Dex dipatok Rp 13.800.
- Papua & Maluku: Di wilayah Papua, harga Pertamax turun menjadi Rp 12.100, sementara harga Pertamina Dex di Papua Barat Daya mencapai Rp 13.800.

Meski harga BBM nonsubsidi mengalami penurunan, pemerintah melalui Pertamina memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite tetap di angka Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.

Hal ini sesuai dengan kebijakan untuk menjaga kestabilan harga bagi masyarakat yang menggunakan BBM bersubsidi.

Kebijakan penurunan harga BBM nonsubsidi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi sektor transportasi dan industri yang sangat bergantung pada bahan bakar ini.

Pemerintah juga terus memantau fluktuasi harga minyak global sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan ekonomi nasional.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BMKG: Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Gayo Lues, Akibat Aktivitas Sesar Besar Sumatera Segmen Oreng
Satukan Komitmen, Jajaran Pemasyarakatan Wilayah Sumut Mantapkan Langkah Menuju WBK dan WBBM 2026
Jambin Tegaskan WBBM Bukan Sekadar Predikat, Tapi Amanah Jaga Kepercayaan Publik
Swasembada Energi Jadi Prioritas, Prabowo Beri Arahan Tegas ke Dewan Energi Nasional
Dalam Sidang Korupsi Pertamina, Jaksa Ungkap Dugaan Penyimpangan Impor BBM dan Sewa Terminal
Ahok Bersaksi di Kasus Dugaan Korupsi Pertamina: “Ponsel Saja yang Dibawa”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru