BREAKING NEWS
Jumat, 13 Februari 2026

Ustadz Muharrir Ungkap Waktu Mustajab Agar Doa Dikabulkan Allah

T.Jamaluddin - Minggu, 08 Februari 2026 11:55 WIB
Ustadz Muharrir Ungkap Waktu Mustajab Agar Doa Dikabulkan Allah
Ust. Dr. H. Muharrir Asy’ari, Lc, M. Ag,. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEHDoa merupakan senjata orang beriman dan bukti ketergantungan seorang hamba kepada Allah.

Namun, sering kali doa hanya diucapkan dengan lisan, sementara hati tidak hadir sepenuhnya.

Padahal dalam Islam, doa yang diiringi kesungguhan hati memiliki nilai lebih, terutama jika dipanjatkan pada waktu-waktu mustajab.

Baca Juga:

Hal ini disampaikan Ust. Dr. H. Muharrir Asy'ari, Lc, M. Ag, saat pengajian rutin Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aceh dengan tema "Waktu yang Mustajab untuk Berdoa", Sabtu (8/2/2026).

Menurut Ustadz Muharrir, shalat itu sendiri adalah doa.

Semua bacaan dalam shalat – takbir, tasbih, tahmid, tasyahud, dan shalawat – merupakan permohonan dan pengagungan kepada Allah.

Ia menekankan bahwa setiap ayat dalam Surah Al-Fatihah adalah doa yang dijawab Allah satu per satu.

"Siapa yang berdiri dalam shalat tanpa menghadirkan makna, maka ia berdiri di hadapan Allah dengan jasadnya saja," ujar Ustadz Muharrir.

Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa

Beberapa waktu yang sangat dianjurkan untuk doa berkaitan erat dengan shalat:
- Sepertiga malam terakhir: shalat tahajud.
- Hari Jumat: shalat Jumat.
- Waktu azan dan antara azan dan iqamah.
- Bulan puasa: shalat tarawih dan qiyamullail.
- Hari Arafah: doa dan shalat berjamaah.

Ini menunjukkan bahwa shalat adalah pusat doa dalam kehidupan seorang muslim.

Kehadiran hati dan pemahaman makna bacaan membuat doa menjadi hidup dan lebih mudah dikabulkan.

Ustadz Muharrir menuturkan kisah Ali bin Abi Thalib yang menghadiri shalat dengan wajah pucat karena memahami shalat sebagai dialog langsung dengan Allah.

Serta kisah nyata seorang jamaah yang merasa hidupnya lebih tenang setelah memahami makna Al-Fatihah, terutama "Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in", yang menegaskan ketundukan dan permohonan pertolongan kepada Allah.

Kesimpulannya, agar doa diterima Allah:
- Jagalah waktu-waktu mustajab.
- Hidupkan doa dalam shalat.
- Pahami makna bacaan yang diucapkan.
- Pastikan hati hadir sepenuhnya saat berdoa.

"Semoga Allah menjadikan shalat kita shalat yang hidup, doa kita doa yang diijabah, dan waktu kita waktu yang diberkahi. Aamiin ya Rabbal 'alamin," tutup Ustadz Muharrir.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Islamabad yang Tewaskan 31 Orang, Putin Kutuk Tindakan ‘Biadab’
Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 m² di Bundaran HI untuk Gedung MUI dan Lembaga Islam
Prabowo Sebut Potensi Dana Umat Capai Rp 500 Triliun per Tahun, Pemerintah Siapkan Lembaga Pengelola Khusus
Prabowo di Pengukuhan Pengurus MUI: Bersatunya Ulama dan Umara Jadi Kunci Bangsa yang Damai dan Makmur
Ustaz Khalidillah Al Hafizh Tegaskan Pentingnya Sabar dan Shalat dalam Menghadapi Berbagai Ujian Hidup
LBH Medan Desak Kapolrestabes Hentikan Dugaan Kriminalisasi Aktivis Abdul Latif Terkait Pertahanan Masjid Al-Ikhlas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru