Dalam hal ini, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
"Apabila hilal tidak terlihat dalam rukyatul hilal, maka Nahdlatul Ulama akan mendorong pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan istikmal Ramadan sehingga 1 Syawal 1447 H berpotensi jatuh pada Sabtu Pahing, 21 Maret 2026," kata LF PBNU.
Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Idulfitri 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026 berdasarkan hasil hisab yang mereka lakukan.
Penetapan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.
Perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriah antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama sering terjadi setiap tahunnya.
Hal ini disebabkan oleh perbedaan metode yang digunakan kedua organisasi dalam menentukan awal bulan, yaitu hisab (perhitungan astronomi) yang digunakan Muhammadiyah, dan rukyah (pengamatan langsung) yang digunakan Nahdlatul Ulama.*