JAKARTA – Sejumlah umat Muslim di Indonesia telah merayakan Idulfitri lebih awal hari ini, Kamis (19/3), dengan melaksanakan salatIdulfitri di beberapa wilayah.
Meskipun sebagian besar umat Muslim di Indonesia akan melaksanakan Idulfitri pada Sabtu (21/3), beberapa komunitas dan tarekat mengikuti penetapan 1 Syawal berdasarkan metode hisab atau tradisi lokal masing-masing.
Perayaan Idulfitri lebih awal ini diikuti oleh beberapa kelompok, termasuk jemaah Tarekat Naqsabandiyah, Tarekat Syattariyah, serta komunitas-komunitas lainnya yang menilai 1 Syawal pada hari ini sesuai dengan perhitungan mereka.
Meskipun perbedaan hari raya ini terjadi, pelaksanaan salat Id di wilayah-wilayah tersebut tetap berlangsung dengan khidmat dan mendapat pengamanan dari pihak kepolisian setempat.
Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf, menyebutkan bahwa sekitar 100 orang jemaah hadir dalam salat tersebut dan pengamanan dilakukan dengan lancar.
Jemaah Tarekat Naqsabandiyah juga melaksanakan salat Id di Padang, Sumatra Barat, dan Bima, Nusa Tenggara Barat, dengan pengamanan dari kepolisian untuk memastikan kelancaran ibadah.
"Kami mendampingi ibadah agar tetap berjalan dengan tertib," ujar Kompol Yusuf.
Di Maluku, tepatnya di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, umat Muslim juga merayakan Idulfitri pada hari ini.
Salat Id dilaksanakan di Masjid Hasan Soleman yang dihadiri ribuan jemaah.
Imam Masjid Hila, Abdul Kadir Ollong, menjelaskan bahwa penetapan 1 Syawal berdasarkan perhitungan mereka yang telah disepakati sejak awal Ramadhan.
"Salat Id berjalan dengan lancar dan khidmat," ujar Ollong.
Selain Hila, beberapa negeri di Kecamatan Leihitu juga merayakan Idulfitri pada hari ini, termasuk Negeri Wakal, Negeri Lima, dan Seith.
Jemaah Tarekat Syattariyah di Aceh
Ribuan jemaah Tarekat Syattariyah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, juga melaksanakan salatIdulfitri hari ini.
Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, menjelaskan bahwa penetapan 1 Syawal menggunakan metode hisab bilangan lima, yang telah digunakan selama lebih dari dua abad di wilayah tersebut.
"Perbedaan waktu hari raya bukan masalah baru di Nagan Raya, sudah biasa terjadi," ujar Keumangan.
Salat Id di Depok oleh Majelis Sabilun Nahdhah
Di Depok, ratusan jemaah Majelis Sabilun Nahdhah juga melaksanakan salat Id di halaman RM Sari Kuring Sunda.
"Kami melakukan pengamanan untuk memastikan ibadah berjalan lancar," kata AKP Made Budi, Kasi Humas Polres Metro Depok.
Acara ini dihadiri sekitar 500 orang dengan Imam Hasyim Musthofa memimpin salat.
Pesantren Mahfilud Dluror di Jember dan Bondowoso
Di Kabupaten Jember dan Bondowoso, Jawa Timur, warga sekitar Pondok Pesantren Mahfilud Dluror juga melaksanakan salatIdulfitri lebih awal.
Ribuan warga merayakan lebaran hari ini, mengikuti tradisi yang telah diterapkan sejak 1826, dengan penentuan awal Ramadhan menggunakan Kitab Salaf Nushatul Majaalis wa Muntahobul Nafaais.
Di semua lokasi yang melaksanakan salat Id lebih awal, pihak kepolisian setempat turut memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah dengan pengamanan terbuka dan tertutup.
Meskipun ada perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idulfitri, seluruh proses ibadah berjalan dengan khidmat dan tertib, serta mendapat pengawasan penuh agar tetap aman.*
(cn/ad)
Editor
: Dharma
Masyarakat di Beberapa Wilayah Indonesia Rayakan Idulfitri Lebih Awal, Salat Id Dilaksanakan Hari Ini