BREAKING NEWS
Jumat, 20 Maret 2026

Apakah Wajib Salat Jumat Jika Sudah Melakukan Salat Id? Inilah Penjelasannya

Dharma - Jumat, 20 Maret 2026 09:41 WIB
Apakah Wajib Salat Jumat Jika Sudah Melakukan Salat Id? Inilah Penjelasannya
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Salah satu pertanyaan yang sering muncul pada perayaan Idulfitri atau Iduladha adalah mengenai kewajiban melaksanakan salat Jumat ketika sudah melaksanakan salat Id di pagi hari.

Kejadian ini memang jarang terjadi, namun ketika perayaan dua ibadah besar ini bertepatan pada satu hari yang sama, maka banyak umat Islam yang bingung apakah mereka masih wajib menghadiri salat Jumat atau cukup dengan salat Zuhur.

Hal ini memunculkan perbedaan praktik di berbagai tempat, di mana sebagian umat Islam tetap melaksanakan salat Jumat setelah salat Id, sementara sebagian lainnya memilih untuk menggantinya dengan salat Zuhur.

Baca Juga:

Untuk memahami persoalan ini dengan lebih baik, mari kita lihat pandangan para ulama serta dalil-dalil hadis yang relevan.

Salah satu hadis sahih yang sering dijadikan rujukan menjelaskan bahwa ketika dua hari raya bertepatan dengan hari Jumat, Rasulullah SAW memberikan keringanan terkait kewajiban salat Jumat.

Dalam riwayat yang disampaikan oleh Zaid bin Arqam, disebutkan bahwa Nabi SAW melaksanakan salat Id dan memberikan kelonggaran bagi umatnya untuk tidak melaksanakan salat Jumat.

Beliau bersabda, "Siapa yang ingin melaksanakan salat Jumat, dipersilakan untuk menghadirinya." (Sunan Abu Daud, Sunan An-Nasai).

Hadis ini menunjukkan bahwa umat Islam yang sudah melaksanakan salat Id tidak wajib mengikuti salat Jumat, melainkan cukup menggantinya dengan salat Zuhur.

Dengan demikian, umat Islam memiliki pilihan untuk melaksanakan salah satu dari kedua salat tersebut.

Praktik para sahabat juga memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai masalah ini.

Salah satu kisah yang terkenal adalah peristiwa ketika Abdullah bin Az-Zubair mengimami salat Id pada pagi hari yang bertepatan dengan hari Jumat.

Setelah salat Id, beliau tidak keluar lagi untuk mengimami salat Jumat di masjid.

Ketika hal ini disampaikan kepada Abdullah bin Abbas, beliau menyatakan bahwa tindakan Ibnu Az-Zubair tersebut sesuai dengan sunnah Nabi.

Kisah ini menjadi salah satu landasan hukum bagi sebagian ulama yang berpendapat bahwa seseorang yang telah melaksanakan salat Id tidak wajib menghadiri salat Jumat, meskipun memilih untuk melaksanakannya tetap merupakan pilihan yang lebih utama.

Para ulama dari berbagai mazhab memiliki pandangan yang berbeda terkait kewajiban melaksanakan salat Jumat jika sudah melaksanakan salat Id.

Mazhab Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat bahwa salat Id dan salat Jumat adalah dua ibadah yang berdiri sendiri.

Karena itu, keduanya tetap harus dilaksanakan, dan tidak ada dalil yang secara tegas menyatakan bahwa salat Id dapat menggugurkan kewajiban salat Jumat.

Mazhab Syafi'i memberikan keringanan kepada umat Islam, terutama yang tinggal di desa dan harus melakukan perjalanan jauh untuk mengikuti salat Id di kota.

Menurut pandangan ini, mereka tidak diwajibkan untuk melaksanakan salat Jumat karena alasan jarak yang jauh.

Mazhab Hanabilah menyatakan bahwa setelah melaksanakan salat Id, seseorang boleh memilih antara menghadiri salat Jumat atau menggantinya dengan salat Zuhur.

Meskipun menghadiri salat Jumat dianggap lebih utama, umat Islam masih diberikan pilihan untuk menggantinya dengan salat Zuhur.

Perbedaan pandangan di kalangan para ulama ini menunjukkan bahwa persoalan ibadah tidak bisa dipandang secara kaku.

Umat Islam memiliki kebebasan dalam memilih pelaksanaan ibadahnya berdasarkan pemahaman dan kondisi masing-masing, asalkan tetap merujuk pada dalil-dalil yang sahih dan pendapat ulama yang diakui.

Dalam kehidupan sehari-hari, penting untuk menghormati perbedaan tersebut dan memahami bahwa tidak ada satu jawaban tunggal yang mutlak dalam hal ibadah ini.

Yang terpenting adalah niat yang ikhlas dan menjaga kedamaian umat Islam.

Persoalan kewajiban salat Jumat setelah salat Id adalah salah satu contoh bagaimana perbedaan metodologi dalam memahami agama bisa terjadi.

Dengan merujuk pada hadis Nabi, praktik para sahabat, dan berbagai pendapat ulama, umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan pemahaman yang lebih bijak dan penuh penghormatan terhadap perbedaan.

Sebagaimana disampaikan oleh para ulama, yang paling penting adalah menjaga ukhuwah Islamiyah dan tidak menghakimi perbedaan dalam praktik ibadah.*


(mi/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Medan Siap Gelar Salat Idulfitri 1447 H di Lapangan Merdeka, Malam Takbiran dan Pawai Kendaraan Hias Akan Meriahkan Kota
Posko THR dan BHR Kemnaker Siaga Selama Libur Nyepi dan Idulfitri 2026, Pekerja Tetap Bisa Adukan Masalah THR
Menyambut Lebaran, Gubernur Sumut Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Bantu Warga Terdampak Bencana di Tapsel dan Tapteng
Kapolda Aceh Pastikan Pembangunan Huntap Polri di Aceh Tamiang Selesai Tepat Waktu
7 Kebiasaan Rasulullah SAW yang Patut Kita Teladani di Hari Raya Idul Fitri
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru