BREAKING NEWS
Sabtu, 19 September 2026

Jangan Lakukan 5 Dosa Ini Jika Tak Ingin Amal Kebaikan Hilang

Adelia Syafitri - Selasa, 02 Juni 2026 07:54 WIB
Jangan Lakukan 5 Dosa Ini Jika Tak Ingin Amal Kebaikan Hilang
Ilustrasi. (foto: AI/BTV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Amal kebaikan dalam Islam tidak hanya dinilai dari banyaknya perbuatan baik yang dilakukan seseorang.

Lebih dari itu, kualitas niat dan sikap setelah beramal juga menjadi faktor penting yang menentukan apakah pahala tetap terjaga atau justru hilang.

Sejumlah perbuatan yang kerap dianggap sepele ternyata dapat menghapus nilai amal di sisi Allah SWT.

Baca Juga:

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa menjaga hati dan perilaku agar amal ibadah yang telah dilakukan tidak menjadi sia-sia.

Berikut lima perbuatan yang perlu dihindari:

Riya' atau Pamer Amal

Riya' merupakan sikap memperlihatkan ibadah atau kebaikan kepada orang lain dengan tujuan mendapatkan pujian dan pengakuan.

Dalam Islam, riya' termasuk penyakit hati yang berbahaya karena dapat merusak keikhlasan.

Ketika niat beramal tidak lagi semata-mata karena Allah SWT, maka pahala dari amal tersebut terancam hilang.

Riya' sering kali muncul secara halus dan tidak disadari, sehingga setiap Muslim dianjurkan untuk terus mengevaluasi niatnya.

Mengungkit-Ungkit Pemberian

Sedekah dan bantuan kepada sesama merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

Namun, pahala dari perbuatan tersebut dapat berkurang bahkan hilang jika disertai sikap mengungkit-ungkit pemberian.

Selain merusak nilai keikhlasan, tindakan tersebut juga dapat melukai perasaan penerima bantuan.

Islam mengajarkan agar setiap kebaikan dilakukan tanpa berharap balasan ataupun penghargaan dari manusia.

Hasad atau Iri Dengki

Hasad adalah perasaan tidak senang melihat orang lain memperoleh nikmat, bahkan berharap nikmat tersebut hilang darinya.

Sikap ini termasuk penyakit hati yang dapat merusak hubungan sosial dan menggerogoti pahala amal.

Ulama mengingatkan bahwa hasad tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga merusak ketenangan jiwa pelakunya sendiri.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak rasa syukur dan mendoakan kebaikan bagi sesama.

Ghibah atau Menggunjing

Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain di belakangnya, meskipun hal yang dibicarakan benar adanya.

Dalam Al-Qur'an, ghibah diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal dunia.

Perumpamaan tersebut menunjukkan betapa beratnya dosa menggunjing.

Selain merusak hubungan antarmanusia, ghibah juga dapat mengurangi pahala amal yang telah dikumpulkan seseorang.

Kufur Nikmat

Kufur nikmat merupakan sikap tidak mensyukuri karunia yang telah diberikan Allah SWT.

Bentuknya bisa berupa keluhan berlebihan, merasa kurang terus-menerus, atau menggunakan nikmat untuk hal yang tidak baik.

Sikap ini tidak hanya mengurangi keberkahan hidup, tetapi juga dapat membuat amal kebaikan kehilangan maknanya.

Sebaliknya, rasa syukur menjadi salah satu kunci agar nikmat dan pahala terus bertambah.

Menjaga amal agar tetap bernilai di sisi Allah SWT memerlukan keikhlasan, kerendahan hati, dan rasa syukur yang terus dipupuk setiap hari.

Sebab, amal yang besar sekalipun dapat menjadi sia-sia jika tidak diiringi dengan hati yang bersih dan niat yang benar.*


(d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Rico Waas Tegaskan Nilai Pancasila Harus Hidup dalam Pelayanan Publik
Antre 12 Tahun, Kepala BGN Akhirnya Berhaji Jalur Reguler dan Rasakan Keajaiban Spiritual
Lazismu Aceh Tengah Salurkan Qurban untuk Penyintas Bencana di Hunian Sementara Desa Burlah
Persiapan Pemulangan Jamaah Haji Dimulai, Bakomubin Batu Bara Doakan Haji Mabrur dan Pengurangan Masa Tunggu Haji
Kyai Said Aqil Siroj: Hawa Nafsu Lebih Sulit Dilawan daripada Godaan Setan
Jemaah Haji Bangkalan Sempat Tak Terima Makanan di Mina, Kemenhaj Buka Suara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru