Kebakaran Hanguskan Beberapa Ruko di Pasar Pagi Medan Labuhan
MEDAN Kebakaran melanda Pasar Pagi di Jalan Syahbuddin Yatim, Pekan Labuhan, Medan Labuhan, Kota Medan, Rabu (18/2/2026). Api menghangus
PERISTIWA
JAKARTA -Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia telah mengambil langkah signifikan dalam Sidang Paripurna akhir masa jabatan MPR dengan mencabut Ketetapan (Tap) MPR Nomor II/MPR/2001. Keputusan ini bertujuan untuk memulihkan nama baik Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, yang akrab disapa Gus Dur.
Sidang ini dihadiri oleh seluruh fraksi yang memberikan pandangan akhir mereka, di mana Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara khusus meminta agar MPR mengeluarkan surat keputusan administratif yang mencabut Tap MPR Nomor II/MPR/2001. Tap tersebut berisi pertanggungjawaban Presiden Wahid yang berujung pada pemberhentiannya sebagai presiden pada 2001.
Wasekjen PKB Eem Marhamah Zulfa menyampaikan, “Fraksi PKB memohon agar Tap Nomor II/MPR/2001 sudah tidak berlaku lagi sesuai dengan Pasal 6 Tap MPR Nomor I/MPR/2003 dalam rangka pemulihan nama baik Presiden Kiai Haji Abdurrahman Wahid.”
Dalam pernyataannya, Eem menegaskan bahwa keberadaan Tap MPR tersebut secara otomatis tidak berlaku lagi dengan diterbitkannya Tap MPR RI Nomor I/MPR/2003 yang membahas peninjauan terhadap materi dan status hukum ketetapan MPRS dan MPR RI dari tahun 1960 hingga 2002.
“Pemulihan nama baik Presiden Kiai Haji Abdurrahman Wahid melalui Tap MPR RI Nomor I/MPR/2003 Pasal 6 secara sosiologis dan historis akan menjadi legasi besar bagi pimpinan MPR periode 2019-2024, serta menunjukkan komitmen untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional,” lanjutnya.
Ketua MPR, Bambang Soesatyo, mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima surat dari Fraksi PKB dan setuju dengan permintaan tersebut. “Berdasarkan kesepakatan Rapat Gabungan Pimpinan MPR dengan Pimpinan Fraksi/Kelompok DPD tanggal 23 September 2024, MPR menegaskan bahwa Ketetapan MPR Nomor II/MPR/2001 saat ini kedudukan hukumnya tidak berlaku lagi,” jelas Bamsoet.
Lebih lanjut, Ketua MPR mendorong agar jasa dan pengabdian mantan presiden, termasuk Sukarno, Soeharto, dan Abdurrahman Wahid, diberikan penghargaan yang layak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Pimpinan MPR RI mendorong agar penghargaan yang layak dapat diberikan kepada para mantan presiden yang telah berkontribusi bagi bangsa ini,” ungkapnya.
Langkah ini dinilai penting tidak hanya untuk memulihkan nama baik Gus Dur tetapi juga untuk menciptakan semangat rekonsiliasi nasional, sehingga tidak ada lagi warisan dendam politik yang membebani generasi mendatang.
Dengan keputusan ini, MPR berharap dapat memperkuat ikatan persatuan dan kesatuan bangsa, serta memberikan pengakuan yang layak kepada para pemimpin yang telah berjuang untuk Indonesia.
(N/014)
MEDAN Kebakaran melanda Pasar Pagi di Jalan Syahbuddin Yatim, Pekan Labuhan, Medan Labuhan, Kota Medan, Rabu (18/2/2026). Api menghangus
PERISTIWA
GIANYAR Personel Polisi Banjar dari Satpolairud Polres Gianyar menggelar kegiatan sambang dan imbauan kamtibmas di kawasan Pantai Kerama
NASIONAL
BANDA ACEH Wakapolda Aceh Ari Wahyu Widodo bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kesadaran Nasional yang digelar di L
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Suasana menjelang 1 Ramadhan 1447 Hijriah di Kota Padangsidimpuan tampak lebih ramai dari biasanya, Rabu, 18 Februari 20
EKONOMI
BADUNG Kapolda Bali Daniel Adityajaya menegaskan bahwa keamanan merupakan prasyarat utama pembangunan. Tanpa stabilitas yang kuat, kata
NASIONAL
TAPSEL Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan menuntaskan rehabilitasi Jembatan Aramco di Lingkungan
NASIONAL
MEDAN Perayaan Imlek 2577 menjadi momentum silaturahmi antara Pemerintah Kota Medan dan tokoh masyarakat Tionghoa Sumatera Utara. Wali K
PEMERINTAHAN
LABUSEL BupatiLabuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang kembali menegaskan komitmennya membangun dari desa. Selasa, 17 Februari 2026
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Habiburokhman mempertanyakan langkah Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang
POLITIK
JAKARTA Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan seluruh fasilitas kesehatan terdampak bencana di Sumatera ditargetkan rampung d
KESEHATAN