Karhutla Pulau Mendol Riau Meluas hingga 500 Hektare Lahan, 100 Personel Turun Tangan
PELALAWAN Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar terjadi di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Berdasarkan da
PERISTIWA
JAKARTA -Polemik kebocoran data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang melibatkan banyak warga, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, menjadi fokus utama rapat yang akan digelar oleh Komisi I DPR RI. Rapat ini dijadwalkan berlangsung pada pagi hari ini dan akan melibatkan Kemenko Polhukam serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi PKS, Abdul Kharis Almasyhari, menyampaikan bahwa agenda rapat ini adalah untuk membahas secara mendalam kebocoran data tersebut. “Kami mau rapat dengan Polhukam dan Kominfo untuk membahas secara mendalam mengenai kebocoran data ini,” ujarnya setelah penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS di Jakarta Pusat.
Kharis menjelaskan bahwa rapat kali ini bersifat tunggal, dengan fokus utama untuk mengevaluasi langkah-langkah yang telah diambil pasca kebocoran data. “Agenda tunggal membahas tentang itu. Kami ingin melihat evaluasi sampai hari ini seperti apa, karena kemarin ada kebocoran lagi,” ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah memberikan pernyataan resmi mengenai isu kebocoran data ini. Dalam kunjungannya di Boyolali, Jawa Tengah, pada 19 September 2024, Jokowi menyatakan bahwa dia telah memerintahkan Kemenkominfo, Kemenkeu, dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk segera melakukan mitigasi. “Saya sudah perintahkan Kominfo maupun Kemenkeu untuk memitigasi secepatnya, termasuk BSSN,” tegasnya.
Jokowi menambahkan bahwa peristiwa serupa juga terjadi di negara lain dan menduga kebocoran data ini mungkin disebabkan oleh keteledoran dalam pengelolaan password dan penyimpanan data yang tidak terorganisir. “Peristiwa seperti ini bisa terjadi karena keteledoran password. Bisa juga disebabkan oleh penyimpanan data yang terlalu banyak di tempat-tempat berbeda, sehingga menjadi celah bagi peretas,” jelasnya.
Kebocoran data NPWP ini telah menjadi sorotan publik, menambah keraguan masyarakat terhadap sistem keamanan data yang ada. Banyak pihak berharap agar rapat Komisi I DPR dapat menghasilkan rekomendasi dan langkah-langkah konkret untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Dengan perhatian yang besar terhadap masalah ini, diharapkan bahwa pemerintah dapat meningkatkan sistem keamanan data untuk melindungi informasi pribadi warga negara dan menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan data. Rapat hari ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan merumuskan langkah strategis demi mencegah kebocoran data yang merugikan.
(N/014)
PELALAWAN Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar terjadi di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Berdasarkan da
PERISTIWA
TAPSEL Tanggul Sungai Batang Toru di Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, kembali jebol akibat
PERISTIWA
MEDAN Polisi menangkap dua pelaku sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas kabupaten dan kota yang telah beraksi puluhan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Syarikat Islam (SI) Sumatra Utara menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan semangat kolaboras
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh kembali menunjukkan kepedulian sosial sekaligus melestarikan tradisi lokal dengan membagikan ribuan paket daging m
NASIONAL
SOLO Kediaman Presiden ke7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Jalan Kutai Utara No 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, mendadak menjad
NASIONAL
BATU BARA Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., memimpin langsung Pelaksanaan Tradisi Kenduri Mogang dan Mandi Balimau Kabu
SENI DAN BUDAYA
KISARAN Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Asahan yang terdiri dari Bupati Asahan yang diwakili Sekretaris Daerah K
PEMERINTAHAN
SIMALUNGUN Seorang pria bernama Heri Irawan (24) ditemukan tewas dengan kondisi tubuh rusak parah setelah tertemper kereta api di perlin
PERISTIWA
JAKARTA Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa Ramadan 1447 Hij
AGAMA