Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah dengan cerdas dan tasamuh.
PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sementara prediksi pakar BRIN menunjukkan awal Ramadan kemungkinan terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026.
"Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri," kata Haedar, Selasa (17/2).Baca Juga:
Ia menekankan bahwa perbedaan seperti ini harus disikapi secara bijaksana, dengan fokus pada substansi puasa sebagai sarana meningkatkan takwa baik secara pribadi maupun kolektif.
Haedar menekankan pentingnya puasa sebagai sarana memperbaiki akhlak dan relasi sosial.
"Puasa Ramadan 1447 H diharapkan dapat dijalankan umat Islam dengan tenang, damai, dan matang, tanpa terganggu oleh hiruk-pikuk kehidupan, termasuk perbedaan awal Ramadan," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa puasa melatih umat Islam untuk hidup efisien, menahan diri, dan bersabar, sekaligus menjadi perekat sosial di tengah dinamika masyarakat.
Puasa juga menjadi kanopi sosial yang menahan hasrat negatif, termasuk amarah dan konflik yang sering muncul melalui media sosial.
"Takwa itu puncaknya adalah perbaikan martabat hidup tertinggi. Maka umat Islam harus maju dalam berbagai aspek kehidupan — spiritual, moral, sosial, ekonomi, politik — menuju peradaban utama," tegas Haedar.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama baru akan menggelar sidang isbat pemantauan hilal 1 Ramadan sore ini.
Menteri Agama Nasaruddin Umar diperkirakan akan mengumumkan hasil sidang. Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, memprediksi perbedaan awal puasa kali ini terjadi karena adanya dua hilal yang dipakai: hilal global versus hilal lokal.
"Perbedaan kali ini berbeda dengan sebelumnya karena beda metode (hisab vs rukyat) atau beda kriteria (Wujudul Hilal vs Imkan Rukyat)," ujar Thomas, Selasa (17/2).*
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA