Wali Kota Tanjung Balai Mahyaruddin Salim Sampaikan Ucapan Dirgahayu ke-107 Damkar & ke-76 Satpol PP
TANJUNG BALAI Peringatan Dirgahayu ke107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) serta Dirgahayu ke76 Satuan Polisi Pamong Praja (
PEMERINTAHAN
YOGYAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan laporan dari Perum Bulog terkait temuan beras impor berkutu yang ditemukan di sejumlah gudang di Indonesia.
Berdasarkan laporan tersebut, Amran menyebutkan jumlah beras yang terkontaminasi kutu tersebut berkisar antara 100 ribu hingga 300 ribu ton dari total 2 juta ton beras yang ada di seluruh Indonesia.
Amran menjelaskan, laporan sementara menunjukkan adanya temuan beras berkutu di beberapa lokasi, termasuk di Gudang Bulog Yogyakarta.
Dalam rapat dengan Komisi IV DPR RI, Amran menyatakan bahwa temuan tersebut sudah masuk dalam daftar perhatian dan akan segera ditindaklanjuti.
"Bulog melaporkan memang ada 100 ribu sampai 300 ribu (ton) di seluruh Indonesia dari 2 juta (ton beras). Ini sudah masuk list, termasuk di Jogja. Kami akan minta lagi untuk dipercepat di Jogja.
Minta maaf Bu Ketua," kata Amran dalam rapat tersebut.
Mentan juga menegaskan bahwa data jumlah beras berkutu tersebut masih bersifat sementara dan kemungkinan jumlahnya lebih sedikit.
Namun, Amran menyatakan akan menghentikan distribusi beras berkutu tersebut jika ditemukan lebih banyak.
"Itu laporan data sementara, tapi belum pasti. Tetapi, mana tau ada jumlahnya seratusan atau berapa, mudah-mudahan jumlahnya sedikit.
Kita akan berhentikan," tambahnya.
Amran juga memastikan bahwa beras impor yang terkontaminasi kutu tersebut tidak akan didistribusikan kepada masyarakat, baik dalam bentuk jual maupun sebagai bagian dari bantuan sosial pangan (Bansos).
"Nanti ini kita akan bahas, biasanya kita keluarkan. Tetapi tidak boleh untuk masyarakat, tidak boleh untuk SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) atau bantuan (bansos)," ucap Amran menanggapi temuan tersebut.
Keterangan ini merespon temuan Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, yang sebelumnya mengungkapkan penemuan beras berkutu saat melakukan kunjungan ke Gudang Perum Bulog di Yogyakarta.
Titiek mengungkapkan bahwa beras berkutu tersebut merupakan sisa stok beras impor yang dilakukan tahun lalu.
"Pada reses lalu, pada kunjungan kerja yang lalu, saya memimpin tim ke Jogja, dan kami meninjau Gudang Bulog.
Di situ kami menemukan masih banyak beras sisa impor yang lalu di dalam gudang Bulog yang sudah banyak kutunya," ujar Titiek.
Perum Bulog dan Kementerian Pertanian berkomitmen untuk segera menindaklanjuti masalah ini dan memastikan bahwa beras yang tidak layak tidak sampai beredar di pasaran atau diberikan sebagai bantuan pangan.
(dc/n14)
TANJUNG BALAI Peringatan Dirgahayu ke107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) serta Dirgahayu ke76 Satuan Polisi Pamong Praja (
PEMERINTAHAN
DENPASAR TP PKK Provinsi Bali memperkuat sinergi kerja sama pemberdayaan perempuan dan program inklusi sosial bersama Konsulat Jenderal
NASIONAL
LABUSEL Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan sebagai wujud komitmen menghadirkan pemer
PEMERINTAHAN
LABUSEL Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Badan Narkotika Nasional (
PEMERINTAHAN
PANGKALPINANG Momentum Ramadan dimanfaatkan Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, untuk mempererat komunikasi dengan insan pers di
NASIONAL
MEDAN Pemerintah mempercepat pemulihan pascabencana melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Rabu (4/3/2026), nyaris menyentuh angka Rp 17.000 per dollar Ameri
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (4/3/2026), melemah 77,26 poin atau 0,97 persen ke
EKONOMI
OlehRuben Cornelius SiagianPROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) lahir dari sebuah gagasan yang terdengar mulia, yaitu negara ingin memastikan
OPINI
JAKARTA Harga emas Antam 24 karat kembali mengalami penurunan setelah sebelumnya sempat naik imbas ketegangan geopolitik di Timur Tengah
EKONOMI