Malam Minggu Bareng Warga Medan Tembung, Rico Waas Dengar Keluhan hingga Janjikan 30 Truk Sampah
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengisi malam minggu bersama warga Medan Tembung pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Melalui kegi
PEMERINTAHAN
MEDAN -Gedung Warenhuis yang terletak di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban dan perekonomian Kota Medan.
Sayangnya, keberadaannya sempat terlupakan seiring maraknya pusat perbelanjaan modern seperti Sun Plaza, Manhattan, Centre Point, dan mal besar lainnya di Kota Medan.
Dibangun oleh perusahaan N.V. Hü'tenbach asal Belanda, Gedung Warenhuis dirancang oleh arsitek asal Jerman, G Bos.
Peresmiannya dilakukan oleh Wali Kota Medan pertama, Daniel Baron Mackay, pada tahun 1916, dengan peletakan batu pertama yang bertuliskan: "Op den 16:2:1919, werd voor dit gebouw, de eerste, steen gelegd door, Daniel Baron Mackay Burgermeester Van Medan."
Kalimat ini menandakan bahwa pada 16 Februari 1919, peletakan batu pertama dilakukan oleh Wali Kota Medan pertama.
Sebagai supermarket tertua di Medan, Warenhuis dahulu menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pakaian, bahan pangan, hingga perabotan rumah tangga.
Gedung ini juga menjadi tempat nongkrong favorit anak muda pada masanya.
Menurut Kabid Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfani Anhar, Warenhuis merupakan pusat ekonomi yang paling berpengaruh di Kota Medan dan bahkan menjadi barometer perekonomian Sumatera.
"Supermarket ini menjadi yang terlengkap dan tertua di Kota Medan. Banyak yang mengira plaza seperti Olympia, Deli Plaza, dan Medan Plaza adalah yang pertama, padahal Warenhuis yang tertua," ujarnya, Senin (24/3/2025).
Puncak kejayaan Warenhuis terjadi sebelum tahun 1942.
Namun, setelah Belanda takluk oleh Jepang, aktivitas di gedung ini terhenti.
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Warenhuis belum juga beroperasi hingga akhirnya dibuka kembali pada tahun 1970, meski hanya dalam waktu singkat.
Dalam perkembangannya, Warenhuis sempat difungsikan sebagai kantor Dinas Pendidikan dan Tenaga Kerja.
Setelah itu, bangunan ini terbengkalai pada tahun 2000.
Namun, berkat kepedulian Pemerintah Kota Medan, Warenhuis yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya akhirnya direvitalisasi.
Kini, gedung bersejarah ini telah difungsikan kembali sebagai tempat berlangsungnya berbagai kegiatan, seperti fashion show, art gallery, dan pusat UMKM.
"Gedung ini juga bisa menjadi pusat kreativitas anak muda. Ayo warga Kota Medan, manfaatkan aset Pemko Medan ini untuk mengasah kreativitas dan pengembangan UMKM," ajak Zulfani.
Dengan kembalinya fungsi Warenhuis, harapannya sejarah panjang gedung ini tetap hidup dan dapat menjadi pusat ekonomi serta budaya bagi generasi mendatang.
(mi/a)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengisi malam minggu bersama warga Medan Tembung pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Melalui kegi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gedung Kesenian Jakarta menjadi ruang perjumpaan beragam ekspresi seni tradisi dalam Festival Bedhayan ke6 Tahun 2026 yang dige
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Polda Metro Jaya akan memanggil mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berinisia
HUKUM DAN KRIMINAL
SERDANG BEDAGAI Seorang perempuan lanjut usia bernama Rasiyah, 69 tahun, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan cucu kandungnya send
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sepasang suami istri, Budi Ikhsan, 66 tahun, dan Nurhayati Damanik, 58 tahun, ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan atas temuan ratusan senjata,
NASIONAL
JAKARTA Jengkol dikenal sebagai salah satu bahan makanan dengan cita rasa khas yang digemari banyak orang. Namun, aroma yang menyengat dan
KESEHATAN
JAKARTA Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk pertama kalinya dilaporkan berhasil merancang virus biologis baru yang
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Harga emas Antam pada Minggu, 9 Agustus 2026, terpantau tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Harga ema
EKONOMI
JAKARTA Pengamat koperasi Dewi Tenty Septi Artiany menilai program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih belum sepenuhnya menerapkan prinsi
EKONOMI