BREAKING NEWS
Rabu, 04 Maret 2026

Perum Bulog Serap 725.513 Ton Beras, Lonjakan Tertinggi dalam 5 Tahun! Pencapaian Signifikan di Sektor Pertanian di Bawah Kepemimpinan Menteri Amran

- Sabtu, 29 Maret 2025 21:21 WIB
Perum Bulog Serap 725.513 Ton Beras, Lonjakan Tertinggi dalam 5 Tahun! Pencapaian Signifikan di Sektor Pertanian di Bawah Kepemimpinan Menteri Amran
Ilustrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

bitvonline.com-Perusahaan Umum (Perum) Bulog mencatatkan hasil yang luar biasa dalam serapan beras pada tiga bulan pertama tahun 2025.

Hingga Maret 2025, Bulog telah menyerap 725.513 ton beras dari petani, angka ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir untuk periode yang sama.

Peningkatan serapan beras kali ini juga terbilang luar biasa, mencatat lonjakan hingga 2.000 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024. Pada tahun sebelumnya, serapan Bulog hanya mencapai sekitar 35.000 ton.

Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Indonesia tengah mengalami perbaikan signifikan, dengan Bulog hampir menyamai target tahunan yang biasanya dicapai dalam setahun hanya dalam waktu tiga bulan.

Pengamat politik Hendri Satrio menilai pencapaian ini sebagai bukti nyata keberhasilan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam membawa perubahan besar di sektor pertanian.

"Saya sangat mengapresiasi kerja keras Menteri Amran. Dalam waktu singkat, kita bisa melihat dampak positif dari kebijakan yang diambil.

Serapan Bulog melonjak, produksi beras meningkat, mafia pangan diberantas, dan efisiensi anggaran memberikan hasil maksimal," kata Hendri dalam siaran persnya, Sabtu (29/3/2025).

Hendri menambahkan, lonjakan serapan beras ini menjadi kado istimewa bagi seluruh masyarakat Indonesia di momen Lebaran.

Namun, ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak terlena dengan capaian sementara ini, karena tantangan menuju swasembada pangan masih panjang, terutama terkait cuaca yang memasuki musim hujan lebat.

Serapan gabah yang melonjak ini juga sejalan dengan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatatkan produksi beras nasional pada periode Januari-Maret 2025 meningkat sebesar 52,32 persen dibandingkan tahun 2024, mencapai 8,67 juta ton.

BPS memperkirakan produksi beras pada periode Januari-April 2025 akan mencapai angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, dengan potensi produksi padi mencapai 13,95 juta ton.

Capaian ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah terkait Harga Pokok Pembelian (HPP) gabah yang saat ini ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram. Selain itu, penghapusan rafaksi yang memastikan gabah dibeli dalam kondisi apapun juga berkontribusi pada peningkatan serapan.

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru