Wali Kota Medan Minta Duta Genre 2026 Jadi Penggerak Remaja: Jangan Aktif Hanya Saat Ada Acara
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan para finalis dan pemenang Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Medan 2026 ag
PEMERINTAHAN
JAKARTA -Di tengah gejolak ekonomi yang dipicu oleh kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump, masyarakat kini mempertanyakan apakah investasi saham di pasar modal masih lebih menarik dibandingkan dengan investasi emas.
Pada penutupan perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada angka 5.996,14, mengalami penurunan signifikan sebesar 7,90 persen.
Penurunan ini menjadi koreksi harian terdalam dalam beberapa tahun terakhir, memicu kekhawatiran akan potensi krisis lanjutan.
Mengenai hal ini, analis pasar modal sekaligus founder Stocknow.id, Hendra Wardana, memberikan pandangan menarik.
Menurutnya, meskipun harga emas mengalami lonjakan yang signifikan dalam lima tahun terakhir dengan return mencapai 84 persen, saham-saham unggulan di IHSG juga mencatatkan performa serupa atau bahkan lebih tinggi, tergantung pada titik masuk investasi.
Hendra menambahkan bahwa meskipun emas sangat cocok sebagai instrumen lindung nilai, saham tetap unggul sebagai pilihan investasi jangka panjang untuk akumulasi kekayaan, asal investor tetap selektif dan konsisten dalam memilih saham yang tepat.
Emas Sebagai Investasi Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan yang stabil.
Berdasarkan data terbaru dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam), harga emas logam mulia mengalami kenaikan pada Rabu, 9 April 2025, dengan harga emas Antam naik sebesar Rp 7.000 per gram, menjadi Rp 1.798.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada harga emas UBS dan Galeri 24, masing-masing naik Rp 15.000 per gram.
Menurut data yang dirilis oleh PT Antam Tbk, meskipun harga emas mengalami fluktuasi dalam jangka pendek, dalam jangka panjang harga emas cenderung terus meningkat seiring inflasi.
Hal ini menjadikan emas sebagai pilihan investasi yang aman bagi investor yang menginginkan stabilitas nilai kekayaan.
Saham vs Emas: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Sementara saham cenderung memiliki volatilitas yang lebih tinggi, dengan potensi return yang lebih besar, emas lebih stabil dan dianggap sebagai aset pelindung nilai dari inflasi.
Pilihan antara saham atau emas, menurut para ahli, sangat bergantung pada profil risiko investor dan tujuan investasi jangka panjang.
Dengan situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian, baik investasi saham maupun emas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam dan memilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan dan toleransi risiko mereka.
Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham atau emas.
Semua rekomendasi dan analisis berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan.
Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.*
(km/a)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan para finalis dan pemenang Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Medan 2026 ag
PEMERINTAHAN
MEDAN Musyawarah GM FKPPI Sumatera Utara menetapkan Dedi Rizaldi kembali terpilih sebagai Dansatgas PD II GM FKPPI Sumatera Utara untuk
NASIONAL
MEDAN Institut Bisnis dan Komputer Indonesia (IBKI) Medan menjalin kerja sama dengan Yayasan Basmi Kemiskinan Selangor, Malaysia, untuk
PENDIDIKAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah rumah tersangka Nurman Herin di Bandung, Jawa Barat, dalam penyidikan kasus dugaan tindak
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Mud
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Penemuan 995 airsoft gun di sebuah yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih menjadi perha
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Mistar Ritonga, membantah dugaan adanya tandatanda penganiayaan pada tubuh wanita berini
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengakui kualitas pendidikan Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara berdasarkan hasil
PENDIDIKAN
JAKARTA Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai hasil survei opini publik dapat menjadi salah satu bahan evaluas
POLITIK
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jayapura, Papua, menyusul k
NASIONAL