BREAKING NEWS
Sabtu, 21 Februari 2026

Harga Kelapa Melambung, Mendag Sebut Akibat Lonjakan Permintaan Ekspor

Adelia Syafitri - Minggu, 20 April 2025 11:07 WIB
Harga Kelapa Melambung, Mendag Sebut Akibat Lonjakan Permintaan Ekspor
Ilustrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Harga kelapa bulat di pasar mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa kenaikan harga tersebut disebabkan oleh tingginya permintaan ekspor, khususnya dari Tiongkok.

Menurut Budi, saat ini harga kelapa di pasar internasional tengah naik, sehingga para pelaku usaha lebih memilih menjual produk ke luar negeri ketimbang pasar domestik.

"Itu kan kelapa naik harganya kan karena ekspor, ekspor dari Cina jadi harga naik. Sementara industri dalam negeri kan belinya dengan harga murah, sehingga eksportir lebih suka berjual ke luar. Jadinya langka gitu kan," ujar Budi saat ditemui di Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2025).

Jumat (11/4), harga kelapa parut di pasar tradisional seperti Pasar Rawa Bebek melonjak drastis.

Salah seorang pedagang, Usin, menyebut harga kelapa bisa mencapai Rp 25.000 per butir, tergantung ukuran.

Padahal dalam kondisi normal, harga kelapa parut hanya berkisar Rp 10.000–15.000.

Kenaikan harga ini membuat pelaku industri makanan dan rumah tangga menjerit.

Untuk mengatasi persoalan ini, Budi menyatakan pihaknya telah mempertemukan eksportir dan pelaku industri dalam negeri.

Namun, hingga kini belum ditemukan kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak.

"Sudah kita temukan antara eksportir dengan pelaku usaha industri. Tapi belum ada kesepakatan. Kita cari nanti solusinya yang terbaik," jelasnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru