Dari sisi kebijakan perdagangan, pemerintah RI aktif melakukan negosiasi pasca penundaan tarif resiprokal dari Amerika Serikat sebesar 32%.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto telah memulai pembicaraan dengan USTR dan Secretary of Commerce AS, dengan hasil awal berupa peningkatan kuota impor untuk produk energi, pertanian, serta kerja sama EPC dan insentif perusahaan AS.
Sementara itu, pelaku pasar juga tengah menanti keputusan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan yang diproyeksikan tetap di level 5,75%.
Dari mancanegara, bursa Wall Street bergerak variatif cenderung melemah.
Dow Jones turun 1,33% di tengah kekhawatiran atas tarif tambahan dari kebijakan Presiden Donald Trump dan ketidakpastian arah suku bunga The Fed.
Di sisi lain, bursa Asia Pasifik menunjukkan penguatan, dengan indeks Nikkei 225 naik 2,39% setelah pernyataan Trump terkait kemajuan negosiasi dagang dengan Jepang.
IHSG menghadapi sentimen campuran dari dalam dan luar negeri.
Keputusan suku bunga dan hasil negosiasi perdagangan akan menjadi faktor utama penggerak pasar dalam waktu dekat.*