BREAKING NEWS
Kamis, 05 Maret 2026

Ekspor Karet Sumut April 2025 Turun 4%, Gapkindo: Masih Jauh dari Kondisi Ideal

- Kamis, 29 Mei 2025 09:33 WIB
Ekspor Karet Sumut April 2025 Turun 4%, Gapkindo: Masih Jauh dari Kondisi Ideal
ilustrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN -Ekspor karet alam asal Sumatera Utara (Sumut) pada April 2025 tercatat sebanyak 20.799 ton, mengalami penurunan sebesar 4,00% dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 21.666 ton.

Meski demikian, volume tersebut masih menunjukkan kenaikan 16,33% dibandingkan April 2024 yang tercatat 17.878 ton.

Menurut Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah, penurunan ekspor mencerminkan tekanan berkelanjutan yang masih menghantui sektor karet di wilayah ini.

"Volume ekspor kita masih jauh dari kondisi normal, yang idealnya bisa mencapai 42.000 ton per bulan," ujarnya di Medan, Rabu (28/5).

Edy mengungkapkan bahwa cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu penyebab terganggunya produksi lateks. Meski secara kalender telah memasuki musim kemarau, hujan masih mengguyur sejumlah daerah kebun, membuat petani enggan menyadap karena hasil tidak maksimal.

Sementara dari sisi harga, pasar global juga belum menunjukkan perbaikan. Harga SICOM TSR20 tercatat turun tajam menjadi 171,15 sen AS/kg pada April 2025, dari 198,21 sen AS/kg pada Maret. Hingga awal Mei, harga masih stagnan di 170,5 sen AS/kg.

Ekspor ke Amerika Serikat turut terpengaruh oleh tarif dasar impor baru sejak April. Sedangkan di Eropa, kekhawatiran menyangkut regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) mulai menghantui. Regulasi ini akan diberlakukan akhir 2025, mewajibkan produk berbasis karet berasal dari rantai pasok bebas deforestasi.

"Untuk mempertahankan pasar Eropa, kita harus memastikan traceability dan kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan," ujar Edy.

? Negara Tujuan Ekspor

Berdasarkan data Gapkindo:

Jepang masih menjadi tujuan utama (35,01%)

Amerika Serikat (15,53%)

China (9,14%)

Brasil (7,57%)

Kanada (5,44%)

Kawasan Eropa mencakup 12 negara, menyumbang 10,51% dari total ekspor (turun dari 12,73% di Maret)

Edy menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan petani untuk mendorong produktivitas dan keberlanjutan. Upaya seperti pemetaan kebun, penerapan praktik ramah lingkungan, dan peningkatan infrastruktur logistik perlu diprioritaskan.

"Kalau kita ingin ekspor kembali ke tren positif dan stabil, maka semua elemen harus berperan aktif," tutupnya.*

(ws/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru