Survei Median: 48,9 Persen Publik Nilai Kebebasan Berpendapat di Indonesia Masih Bebas
JAKARTA Hasil survei Media Survei Nasional (Median) menunjukkan 48,9 persen masyarakat menilai kondisi kebebasan berpendapat di Indonesi
NASIONAL
MEDAN -Ekspor karet alam asal Sumatera Utara (Sumut) pada April 2025 tercatat sebanyak 20.799 ton, mengalami penurunan sebesar 4,00% dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 21.666 ton.
Meski demikian, volume tersebut masih menunjukkan kenaikan 16,33% dibandingkan April 2024 yang tercatat 17.878 ton.
Menurut Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah, penurunan ekspor mencerminkan tekanan berkelanjutan yang masih menghantui sektor karet di wilayah ini.
"Volume ekspor kita masih jauh dari kondisi normal, yang idealnya bisa mencapai 42.000 ton per bulan," ujarnya di Medan, Rabu (28/5).
Edy mengungkapkan bahwa cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu penyebab terganggunya produksi lateks. Meski secara kalender telah memasuki musim kemarau, hujan masih mengguyur sejumlah daerah kebun, membuat petani enggan menyadap karena hasil tidak maksimal.
Sementara dari sisi harga, pasar global juga belum menunjukkan perbaikan. Harga SICOM TSR20 tercatat turun tajam menjadi 171,15 sen AS/kg pada April 2025, dari 198,21 sen AS/kg pada Maret. Hingga awal Mei, harga masih stagnan di 170,5 sen AS/kg.
Ekspor ke Amerika Serikat turut terpengaruh oleh tarif dasar impor baru sejak April. Sedangkan di Eropa, kekhawatiran menyangkut regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) mulai menghantui. Regulasi ini akan diberlakukan akhir 2025, mewajibkan produk berbasis karet berasal dari rantai pasok bebas deforestasi.
"Untuk mempertahankan pasar Eropa, kita harus memastikan traceability dan kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan," ujar Edy.
? Negara Tujuan Ekspor
Berdasarkan data Gapkindo:
Jepang masih menjadi tujuan utama (35,01%)
Amerika Serikat (15,53%)
China (9,14%)
Brasil (7,57%)
Kanada (5,44%)
Kawasan Eropa mencakup 12 negara, menyumbang 10,51% dari total ekspor (turun dari 12,73% di Maret)
Edy menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan petani untuk mendorong produktivitas dan keberlanjutan. Upaya seperti pemetaan kebun, penerapan praktik ramah lingkungan, dan peningkatan infrastruktur logistik perlu diprioritaskan.
"Kalau kita ingin ekspor kembali ke tren positif dan stabil, maka semua elemen harus berperan aktif," tutupnya.*
(ws/j006)
JAKARTA Hasil survei Media Survei Nasional (Median) menunjukkan 48,9 persen masyarakat menilai kondisi kebebasan berpendapat di Indonesi
NASIONAL
JAKARTA Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh meminta pemerintah Indonesia membuka kantor Konsulat
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah masih mengkaji rencana pembatasan pembelian bahan bakar minyak atau BBM jenis Pertalite berdasarkan kelompok kesejaht
EKONOMI
JAKARTA Hasil survei Poltracking Indonesia menunjukkan 51,2 persen publik menilai kinerja komunikasi pemerintah berjalan baik. Angka ter
NASIONAL
MEDAN Tim penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan masih menyelidiki kematian Winda Lorenza Gowasa (35), eks istri polisi yang
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyoroti sikap sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai kurang k
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan meminta hasil reses anggota DPRD Kota Medan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi segera diterjemahkan menj
PEMERINTAHAN
OlehEben E. Siadari TIBANYA Pangeran Harry dan keluarga di Bandara Birmingham, Inggris, 26 Agustus 2026 lalu, tidak menjadi berita utama di
OPINI
MEDAN Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis sembilan tahun penjara kepada Muhammad Rafi dalam perkara produksi vape yang mengandung
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pelibatan organisasi masyarakat atau ormas untuk membubarkan massa yang rusuh dinilai berisiko memicu konflik horizontal. Pakar
HUKUM DAN KRIMINAL