Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
KEBUMEN - Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Somalangu, Kebumen, Jawa Tengah, KH M Zulfian Ikfina, menyinggung berbagai hujatan, cacian, hinaan hingga fitnah yang disebut kerap ditujukan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Namun, dia menilai Jokowi tetap menunjukkan sikap tenang dan tidak membalas serangan tersebut dengan kemarahan maupun kata-kata kasar.
Hal itu disampaikan Zulfian saat menyambut kedatangan Jokowi dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah, Somalangu, Kebumen, Sabtu (29/8/2026).
"Banyak fitnahan dan hinaan dan caci maki yang menimpa beliau. Tapi Insya Allah, saya dan seluruh jemaah yakin Pak Jokowi adalah pribadi yang tulus untuk Indonesia," kata Zulfian di hadapan Jokowi.
Baca Juga:
Zulfian mengatakan tidak ada manusia yang sempurna. Meski demikian, dia meyakini Jokowi memiliki ketulusan dan energi kebaikan dalam membangun Indonesia.
Menurut Zulfian, berbagai tudingan dan serangan yang dialamatkan kepada Jokowi tidak seharusnya dibalas dengan kebencian. Dia mengibaratkan pihak yang menyerang Jokowi seperti seseorang yang meludahi matahari.
"Ketika meludahi matahari, tidak akan pernah ludah itu sampai ke matahari. Justru akan kembali ke orang yang meludahi matahari," ujarnya.
Zulfian menilai Jokowi selama ini tidak mudah terpancing oleh kritik maupun serangan yang datang kepadanya. Dia juga mengaku jarang melihat Jokowi memaki, menghardik atau melontarkan kata-kata kasar kepada pihak lain.
"Kami melihat Pak Jokowi tulus untuk Indonesia," katanya.
Menurut Zulfian, sikap tersebut menjadi salah satu alasan Jokowi masih mendapat perhatian masyarakat meski telah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Dia juga menilai Jokowi dapat memberikan teladan melalui sikap dalam kesehariannya.
"Setahu saya, beliau tidak pernah marah ataupun berkata-kata kotor, mengucapkan sumpah serapah kepada siapa pun. Beliau adalah teladan," ujar Zulfian.
Dalam kesempatan yang sama, Zulfian menyampaikan tiga petuah Jawa yang menurutnya mengandung pesan tentang kerendahan hati dan cara seseorang menggunakan kelebihan yang dimiliki.
"Lamun sira sekti, aja mateni. Lamun sira banter, aja ndisiki. Lamun sira pinter, aja minteri," katanya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.