Saham Migas Naik Tipis Seiring Lonjakan Harga Minyak Dunia
Berbanding terbalik, beberapa saham sektor migas justru menguat seiring dengan melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik geopolitik tersebut:
PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG): naik 7,82%
PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC): naik 1,4%
Menurut David Kurniawan, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, kondisi geopolitik Timur Tengah saat ini menjadi sentimen paling dominan dalam pergerakan pasar.
"Geopolitik antara Israel dan Iran masih sangat krusial. Jika konflik mereda, harga minyak akan turun, dan saham konsumen bisa terangkat. Sebaliknya, jika eskalasi meningkat, saham energi dan pertahanan yang diuntungkan," jelas David dalam risetnya, Senin (23/6/2025).
Kekhawatiran Inflasi Global Mengintai
Senada dengan David, analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menambahkan bahwa keterlibatan langsung AS dalam konflik Iran-Israel telah meningkatkan kekhawatiran terhadap kenaikan harga komoditas, terutama minyak mentah.
"Lonjakan harga minyak berpotensi mendorong inflasi global lebih tinggi. Ini menyulitkan bank sentral dunia menurunkan suku bunga di tengah perlambatan ekonomi," ujar Ratna.
Kondisi tersebut menjadi kombinasi tekanan ganda bagi pasar saham global, termasuk Indonesia, yang masih rentan terhadap volatilitas harga minyak dan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
IHSG Rebound Pagi Ini, Tapi Pasar Masih Gelisah
Pada perdagangan pagi hari ini, Selasa (24/6/2025), IHSG dibuka menguat tajam. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.06 WIB, IHSG melesat 1,71% ke level 6.903,04. Sebanyak 341 saham menguat, 122 saham melemah, dan 122 stagnan, dengan kapitalisasi pasar menyentuh Rp12.089,68 triliun.