JAKARTA — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) kembali mengalami penurunan pada awal pekan ini.
Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia, Senin (30/6/2025), harga emas Antam turun Rp4.000 menjadi Rp1.880.000 per gram.
Koreksi harga ini semakin menjauhkan emas Antam dari level psikologis Rp1,9 juta per gram yang sebelumnya menjadi acuan penting bagi pelaku pasar.
Di sisi lain, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga terkoreksi sebesar Rp4.000 ke level Rp1.724.000 per gram.
Penurunan ini melanjutkan tren negatif yang terjadi sejak menyentuh rekor tertinggi (all time high/ATH) pada Selasa, 22 April 2025 lalu, ketika harga emas Antam sempat mencapai Rp2.039.000 per gram.
Sebagai catatan, setiap transaksi penjualan emas batangan ke pihak Antam dikenai potongan pajak sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.
Pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5% jika nilai penjualan melebihi Rp10 juta.
Sementara bagi yang tidak memiliki NPWP, tarif pajaknya lebih tinggi, yaitu 3%.
Pada sisi pembelian, konsumen dikenai PPh 22 sebesar 0,45% untuk pemilik NPWP dan 0,9% untuk non-NPWP.
Pajak ini secara otomatis dipotong dan dibuktikan melalui bukti potong yang diterbitkan dalam setiap transaksi.
Berikut adalah daftar lengkap harga emas Antam berdasarkan ukuran berat per Senin (30/6/2025):
0,5 gram: Rp990.000
1 gram: Rp1.880.000
2 gram: Rp3.700.000
3 gram: Rp5.525.000
5 gram: Rp9.175.000
10 gram: Rp18.295.000
25 gram: Rp45.612.500
50 gram: Rp91.145.000
100 gram: Rp182.212.000
250 gram: Rp455.265.000
500 gram: Rp910.320.000
1.000 gram: Rp1.820.600.000
Penurunan harga ini menjadi perhatian utama bagi investor emas ritel yang mempertimbangkan strategi pembelian di tengah tren fluktuasi harga global.
Sejumlah analis memperkirakan bahwa harga emas masih akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, dipengaruhi oleh sentimen pasar global, nilai tukar dolar AS, hingga potensi kebijakan suku bunga bank sentral dunia.
Investor diimbau untuk mencermati perkembangan makroekonomi dan gejolak geopolitik yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas di masa mendatang.*