Jawab Tuntutan Mahasiswa, Istana: MBG Tak Akan Dihentikan
JAKARTA Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan dilanjutkan meskipun menjadi salah satu tuntutan penghentian
NASIONAL
JAKARTA – Pemerintah melalui Perum Bulog resmi memulai penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat.
Program ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan strategis di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa harga beras SPHP yang disalurkan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bapanas No. 5 Tahun 2025.
"Masyarakat dapat membeli beras SPHP dengan harga sesuai HET beras medium yang telah ditetapkan," ujar Arief dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (12/7/2025).
Adapun rincian HET beras SPHP adalah sebagai berikut:
Rp12.500/kg untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi.
Rp13.100/kg untuk wilayah Sumatera lainnya, NTT, dan Kalimantan.
Rp13.500/kg untuk wilayah Maluku dan Papua.
Sementara itu, harga penjualan dari gudang Bulog bagi mitra penyalur juga telah ditentukan:
Rp11.000/kg untuk Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi
Rp11.300/kg untuk Sumatera (non-Lampung/Sumsel), NTT, dan Kalimantan.
Rp11.600/kg untuk Maluku dan Papua.
Arief menjelaskan bahwa mulai 12 Juli 2025, beras SPHP telah tersedia di pasar-pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), dan akan segera diperluas distribusinya ke Koperasi Desa (Kopdes), Kelurahan Merah Putih, serta kios pangan binaan pemerintah daerah.
Pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga transparansi dan integritas program.
Oleh karena itu, pengawasan terhadap praktik-praktik yang tidak sesuai, seperti penimbunan atau manipulasi harga, akan ditingkatkan.
"Kami akan perkuat pengawasan dengan melibatkan TNI dan Polri. Tidak boleh ada penyimpangan. Outlet-nya harus jelas, distribusi harus tepat sasaran, dan masyarakat harus mudah memperoleh beras ini," tegas Arief.
Sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan nasional, sebanyak 1,3 juta ton beras SPHP akan disalurkan hingga akhir tahun 2025.
Penyaluran ini diharapkan dapat menstabilkan harga di pasar dan mendukung daya beli masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Program SPHP juga akan mendukung ketahanan pangan jangka panjang dengan mengedepankan prinsip keadilan akses dan keterjangkauan harga bagi seluruh lapisan masyarakat.*
(bi/a008)
JAKARTA Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan dilanjutkan meskipun menjadi salah satu tuntutan penghentian
NASIONAL
MEDAN Rupiah saat ini menjadi mata uang resmi yang digunakan masyarakat Indonesia dalam setiap aktivitas ekonomi. Namun, jauh sebelum Ru
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman dan me
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) ter
EKONOMI
SEMARANG Perjalanan hidup seseorang terkadang tidak hanya ditentukan oleh satu profesi atau satu bidang yang ditekuni. Hal itu tergambar
SOSOK
JAKARTA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., bersama Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dewan Perwak
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal S.E., M.AP., menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) II Himpunan Keluarga Besar Masyarakat Kabup
PEMERINTAHAN
MASSACHUSETTS Tim nasional Skotlandia memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil manis setelah mengalahkan Haiti 10 pada laga G
OLAHRAGA
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan gangguan yang sempat dialami platform media sosial Instagram pada saat a
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Republik Federal Jerman, FrankWalter Steinmeier, dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Senin, 1
NASIONAL