Bantuan Bedah Rumah 2026 Pakai Data BPS, Ini Syarat dan Kriteria Penerimanya
JAKARTA Program Bedah Rumah menjadi salah satu program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk membantu masyarakat memi
NASIONAL
MEDAN – Rupiah saat ini menjadi mata uang resmi yang digunakan masyarakat Indonesia dalam setiap aktivitas ekonomi.
Namun, jauh sebelum Rupiah beredar, masyarakat di Sumatera Utara telah mengenal berbagai jenis mata uang yang digunakan pada masa yang berbeda-beda, mulai dari uang kesultanan Melayu, Gulden Hindia Belanda, uang kebon perkebunan, uang pendudukan Jepang, hingga ORIPS yang lahir di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Perjalanan mata uang di Sumatera Utara tidak hanya mencerminkan perkembangan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi saksi perubahan kekuasaan politik, masa kolonialisme, hingga perjuangan bangsa mempertahankan kedaulatan.Baca Juga:
Sebelum pengaruh kolonial Belanda menguat pada abad ke-19, wilayah Sumatera Timur yang mencakup Kesultanan Deli, Serdang, Langkat, dan Asahan telah menjadi salah satu pusat perdagangan penting di kawasan Selat Malaka.
Aktivitas perdagangan yang ramai membuat berbagai jenis mata uang logam beredar dan digunakan oleh pedagang lokal maupun mancanegara.
Dalam kajian sejarah Kesultanan Deli, wilayah tersebut dikenal memiliki hubungan perdagangan yang luas dengan berbagai daerah di Asia Tenggara.
Kondisi itu mendorong penggunaan alat tukar yang beragam dalam transaksi ekonomi masyarakat.
Memasuki era kolonial Belanda, Gulden Hindia Belanda mulai diperkenalkan sebagai mata uang resmi.
Penggunaannya semakin meluas seiring berkembangnya industri perkebunan tembakau Deli yang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kolonial di Sumatera Timur.
Keberadaan De Javasche Bank pada awal abad ke-20 turut memperkuat peredaran Gulden dan mendukung aktivitas perdagangan serta investasi di wilayah perkebunan.
Namun di balik geliat ekonomi kolonial, muncul pula jenis mata uang yang hanya berlaku di kawasan perkebunan, yakni uang kebon atau token perkebunan.
Uang ini diterbitkan oleh perusahaan perkebunan dan digunakan sebagai alat pembayaran bagi para buruh kontrak.
JAKARTA Program Bedah Rumah menjadi salah satu program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk membantu masyarakat memi
NASIONAL
JAKARTA Presiden ke7 RI Joko Widodo atau Jokowi mengunjungi warga terdampak gempa di Desa Rokilore, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, N
NASIONAL
JAKARTA Tim kuasa hukum Roy Suryo menyiapkan sekitar 14 hingga 15 poin perlawanan atau eksepsi menjelang sidang perkara dugaan pencemara
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengaku tidak puas dengan draf Rancangan Undan
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah memperkuat sanksi hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan atau karhutla. P
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Ahmad Labib meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara segera memastikan penyele
EKONOMI
DELI SERDANG Sapu lidi asal Sumatera Utara semakin diminati pasar Asia. Nilai ekspor komoditas tersebut sepanjang 2026 hingga awal Septe
PERTANIAN AGRIBISNIS
BATU BARA Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian bersama Wakil Bupati Syafrizal menerima audiensi dan silaturahmi Himpunan Mahasiswa Islam
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menerima audiensi perwakilan PT Hijau Surya Biotechindo untuk membahas peluang kerja sama
PEMERINTAHAN
BATU BARA Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggar
PEMERINTAHAN