BREAKING NEWS
Sabtu, 19 September 2026

Menag: Indonesia Terlalu Indah untuk Diacak-acak, Persatuan Harus Tetap Dijaga

Johan - Minggu, 02 Agustus 2026 08:58 WIB
Menag: Indonesia Terlalu Indah untuk Diacak-acak, Persatuan Harus Tetap Dijaga
Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Indonesia merupakan anugerah yang harus dijaga bersama. Dalam Zikir dan Doa Kebangsaan menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monas, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Indonesia merupakan anugerah yang harus dijaga bersama. Dalam Zikir dan Doa Kebangsaan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Sabtu (1/8/2026), ia mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Menurut Nasaruddin, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat peradaban dunia. Di tengah berbagai tantangan global, ia menilai pembangunan nasional saat ini berada pada jalur yang tepat serta didukung kondisi ekonomi, sosial, dan politik yang relatif kondusif.

"Di tengah dinamika global, kita patut bersyukur karena pembangunan Indonesia berada pada jalur yang tepat. Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi salah satu episentrum peradaban dunia pada masa mendatang," ujar Nasaruddin.

Baca Juga:

Ia menilai pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan yang dihadiri ribuan masyarakat serta tokoh lintas agama menjadi bukti nyata bahwa semangat toleransi dan kerukunan masih terjaga dengan baik di Indonesia.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus memperkuat kehidupan berbangsa di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin menyampaikan pesan agar seluruh masyarakat terus merawat persatuan. Ia mengibaratkan Indonesia sebagai karya agung yang harus dijaga bersama.

"Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi ini. Karena itu, tidak boleh ada yang mengacak-acaknya. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," tegasnya.

Selain itu, Menag mengungkapkan bahwa upaya pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan umat beragama menunjukkan hasil positif. Hal itu tercermin dari meningkatnya Indeks Kerukunan Umat Beragama.

Data Kementerian Agama mencatat indeks tersebut naik dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025, yang disebut sebagai capaian tertinggi sejak Indonesia berdiri.

Menurut Nasaruddin, peningkatan indeks tersebut menunjukkan bahwa semangat toleransi, dialog antarumat beragama, serta kerja sama lintas elemen masyarakat terus mengalami penguatan.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan dapat terus dijaga sebagai fondasi untuk mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan harmonis.* (in/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Pangan Hari Ini: Telur Ayam Masih di Bawah Rp30 Ribu, Cabai Rawit Tembus Rp55.800 per Kg
Modus Gagal, Pilot Malaysia Bawa Urine Bersih Tapi Tetap Positif Narkoba
Prabowo Absen, Ribuan Jemaah Putih Tetap Ramaikan Doa Kebangsaan di Monas
Menag Ungkap Indeks Kerukunan Umat Beragama Lampaui Target RPJM 2025
Menag Sebut Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Peradaban Dunia di Era Prabowo
Prabowo Absen di Zikir Kebangsaan Monas, Menag Ungkap Alasan di Baliknya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru