BREAKING NEWS
Senin, 15 Juni 2026

Bukan Rupiah! Ini Deretan Mata Uang yang Pernah Beredar di Sumatera Utara

Raman Krisna - Minggu, 14 Juni 2026 13:53 WIB
Bukan Rupiah! Ini Deretan Mata Uang yang Pernah Beredar di Sumatera Utara
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Berbeda dengan mata uang resmi, uang kebon hanya dapat digunakan di lingkungan perusahaan tempat buruh bekerja.

Sistem tersebut membuat para pekerja bergantung pada perusahaan karena uang yang mereka terima tidak berlaku di luar kawasan perkebunan.

Sejumlah penelitian sejarah mencatat bahwa keberadaan uang kebon menjadi salah satu instrumen yang digunakan perusahaan perkebunan untuk mengontrol tenaga kerja di kawasan perkebunan Deli pada masa itu.

Situasi kembali berubah ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942.

Pemerintah militer Jepang menggantikan Gulden dengan mata uang baru yang dicetak dalam jumlah besar untuk mendukung kebutuhan perang.

Akibat pencetakan uang yang tidak terkendali, nilai mata uang mengalami penurunan tajam dan memicu inflasi di berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara.

Daya beli masyarakat merosot dan kondisi ekonomi menjadi semakin sulit menjelang akhir masa pendudukan Jepang.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah Republik menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 1946.

Kehadiran ORI tidak hanya bertujuan mengatur sistem ekonomi nasional, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan negara yang baru berdiri.

Namun distribusi ORI ke Pulau Sumatera menghadapi berbagai hambatan akibat situasi perang dan blokade yang dilakukan Belanda.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah Republik di Sumatera kemudian menerbitkan Oeang Republik Indonesia Provinsi Sumatera atau ORIPS.

ORIPS menjadi alat pembayaran resmi yang membantu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat selama masa revolusi fisik.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Akan Temui Prabowo di Istana Negara, Ini yang Dibahas
Rupiah Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS, Ini Faktor Pendorongnya
Perjalanan Harga Pertamax: Dari Rp2.450 hingga Rp16.250 per Liter
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, 1 Gram Masih Rp2,71 Juta
IHSG Naik Tajam 7,38 Persen Pekan Ini: BBCA, BMRI hingga TPIA Jadi Penggerak Utama
Tabel Angsuran KUR BRI 2026: Pinjam Rp50 Juta, Cicilan Mulai Rp1 Jutaan per Bulan!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru