Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Berbeda dengan mata uang resmi, uang kebon hanya dapat digunakan di lingkungan perusahaan tempat buruh bekerja.
Sistem tersebut membuat para pekerja bergantung pada perusahaan karena uang yang mereka terima tidak berlaku di luar kawasan perkebunan.
Sejumlah penelitian sejarah mencatat bahwa keberadaan uang kebon menjadi salah satu instrumen yang digunakan perusahaan perkebunan untuk mengontrol tenaga kerja di kawasan perkebunan Deli pada masa itu.
Situasi kembali berubah ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942.
Pemerintah militer Jepang menggantikan Gulden dengan mata uang baru yang dicetak dalam jumlah besar untuk mendukung kebutuhan perang.
Akibat pencetakan uang yang tidak terkendali, nilai mata uang mengalami penurunan tajam dan memicu inflasi di berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara.
Daya beli masyarakat merosot dan kondisi ekonomi menjadi semakin sulit menjelang akhir masa pendudukan Jepang.
Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah Republik menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 1946.
Kehadiran ORI tidak hanya bertujuan mengatur sistem ekonomi nasional, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan negara yang baru berdiri.
Namun distribusi ORI ke Pulau Sumatera menghadapi berbagai hambatan akibat situasi perang dan blokade yang dilakukan Belanda.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah Republik di Sumatera kemudian menerbitkan Oeang Republik Indonesia Provinsi Sumatera atau ORIPS.
ORIPS menjadi alat pembayaran resmi yang membantu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat selama masa revolusi fisik.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.